Ramadhan

GNI

17 Agu 2020

Dihari Hut RI Ke 75 Korma Preneur Jobodetabek Melakukan Baksos Kepada Masyarakat


Komunitas Remaja Masjid Preneur atau disingkat dengan (Korma Preneur) adalah lembaga keagamaan dan sekaligus lembaga enterpreneurship. Disamping membangun nilai-nilai spiritual keagamaan dan juga berwirausaha Korma Preneur juga bergerak dibidang sosial kemasyarakatan, yang berbasis kesalehan sosial seperti bantuan terhadap yatim, dhuafa dan seterusnya. Itu semua dijalani dari hasil hiuran anggota, dari beberapa persen keuntungan usaha dan juga ada yang dibantu oleh para dermawan yang menitipkan sebahagian rejekinya melalui Korma Preneur.

Seperti dhari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Komunitas Remaja Masjid Preneur Jabodetabek yang dipimpin oleh Regia A. Wicaksana melakukan bakti sosial dan memberikan paket bantuan sembako terhadap masyarakat terdampak covid-19 di Jakarta (17 Agustus 2020)

Kegiatan ini juga dihadiri TNI-POLRI, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Elemen lainnya.
Dalam keterangan persnya Regia A. Wicaksana Presidium MW Korma Preneur Jabodetabek mengatakan, di hari kemerdekaan ini kita dari Korma Preneur Jabodetabek melakukan bansos kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Lanjut Regia, antusias ini dilakukan mengingat masyarakat yang terdampak covid-19 yang menimpa dunia termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Terang Presidium Korma Preneur Jabodetabek, saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Korma Preneur melakukan kegiatan yang positif bagi warga sekitar Jabodetabek.
Saya hanya menjalankan arahan dari Founder Korma Preneur Indonesia yang juga menjadi Presidium Majelis Nasional Korma Preneur senior saya kakanda Muhammad Mas'ud Silalahi. Hal ini saya kira patut untuk dijalankan karena memang dimasa pandemi ini kita mesti menguatkan Gotong Royong, menghidupkan kepedulian atas sesama manusia dalam rangka mengamalkan kesalehan sosial juga dalam rangka menjaga memberikan dedikasi terhadap masyarakat akan bahayanya dampak covid-19 serta menghidupkan nilai-nilai religius ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin dewasa ini. Tutup Presidium MW Korma Preneur Jabodetabek Regia A. Wicaksana

Momentum 17 Agustus 2020 Kelompok Nelayan Tradisional MoU Dengan Pasangan ABADI


Pasangan ABADI bersama Nelayan Tradisional Tanda tangani MoU



www.gninewspost.my.id I Sibolga.Pasangan Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, Bahdin Nur Tanjung dan Edi Polo Sitanggang (ABADI) membuat nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU) atau kontrak politik dengan Kelompok Nelayan Tolong Menolong (KNTM) Kota Sibolga terkait Pilkada 2020.

Penandatanganan MoU ini berlangsung di sekretariat KNTM, Jl KH Ahmad Dahlan, Kota Sibolga, Senin (17/8).

Tiga point bentuk perjanjian yang disepakati diantaranya, jika pasangan Bahdin Nur - Edi Polo atau disingkat ABADI (Ambo Bahdin-Edi) terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga periode 2020-2025, bersedia menjadi pemimpin yang amanah dan mengakomodir aspirasi nelayan tradisional atau nelayan kecil Kota Sibolga.

Kemudian, Pasangan ABADI berkewajiban memperjuangkan 3 (tiga) tuntutan nelayan tradisional yakni, sepakat menjaga kelestarian laut Kota Sibolga, agar biota laut tetap terjaga demi kepentingan dan keberlangsungan hidup masyarakat khususnya nelayan kecil.

Sepakat untuk memerangi segala bentuk kegiatan Ilegal Fhising dalam bentuk apapun di laut. Serta memprioritaskan nasib nelayan tradisional.

"Semua ini bukan untuk kepentingan pribadi saya, tetapi untuk keberlangsungan hidup masyarakat nelayan Kota Sibolga khususnya nelayan tradisional. Karena kita ketahui di Sibolga ini tak ada lagi mata pencaharian kita selain dari hasil tangkapan laut, kita tak punya sawah dan ladang untuk menghidupi masyarakat," kata Ketua KNTM Sibolga, Ikhmalluddin Lubis dalam sambutannya.

Jika tidak dijaga biota laut mulai dari sekarang, masih kata Immad, kemungkinan pada tahun 2025, nelayan tradisional akan hilang, dan nasibnya tidak akan diketahui.

"Jika biota laut tidak dijaga, mungkin ini akan kehancuran kita bersama, dan tugas saya disini hanya mengkonsep kegiatan ini kepada pak Bahdin Nur Tanjung. Makanya saya menekankan kepada masyarakat nelayan, khususnya KNTM, jangan lagi mengutamakan kepentingan pribadi, pikirkan masa depan anak dan generasi kita kedepannya," sebut Immad.

Kelompok Nelayan Tradisional Bersama Pasangan ABADI

Dia bahkan menegaskan, bahwa tidak ada sedikit pun kepentingan pribadinya dalam kegiatan penandatanganan kontrak politik dengan pasangan ABADI.

"Saya ini berjuang bukan kepentingan kalian (nelayan tradisional), bukan kepentingan pribadi saya. Dan bisa kalian tuntut nanti saya kalau ada terindikasi yang tidak-tidak, dan saya terbuka untuk semua ini," tegasnya.

Sementara itu, Balon Wali Kota Sibolga, Bahdin Nur Tanjung, yang didampingi Edi Polo Sitanggang menyebutkan, pasangan ABADI mengaku siap menjalankan apa yang menjadi tuntutan nelayan tradisional tersebut.

Apalagi, kata Bahdin, salah satu bentuk komitmen pasangan ABADI maju di Pilkada Sibolga adalah untuk membantu masyarakat nelayan kecil.

"Kalau kami nanti terpilih, tak perlu lah rasanya menambah-nambah ketentuan, memperjauh jarak (tangkap), tapi cukup menjalankan peraturan pemerintah yang sudah ada yaitu Permen KP nomor 2 tahun 2015 itu sudah aman, hingga pada saatnya nanti laut ini dapat menjanjikan kesejahteraan bagi anak cucu kita nantinya," ujar Bahdin Nur.


Mantan Rektor UMSU ini mengungkapkan, meski pasangan ABADI bukan calon yang memiliki finansial yang kuat, tidak memiliki pemodal yang kuat dan tidak di dukung pejabat darimana pun. Namun diyakini dengan dukungan nelayan KNTM pasangan ABADI bisa memenangkan Pilkada 2020.

"Kita tetap komitmen dalam pemberantasan segala jenis ilegal fishing dalam bentuk apa pun. Sebab, dari hasil analisa kami di beberapa kampus, bahwa rusaknya terumbu karang dan biota laut lainnya adalah penyebab berkurangnya hasil tangkap. Padahal, jika biota laut terjaha, maka nelayan tradisional tidak perlu jauh-jauh berlayar dalam menangkap ikan, seperti yang saat ini terjadi," jelasnya.

Bahdin mengutarakan, bahwa kepeduliannya kepada nelayan tidak terjadi hari ini, dan bagaimana dia pada tahun 2001, saat tragedi pembakaran kapal ilegal fishing, dia memberikan dorongan moril kepada nelayan tradisional yang tertangkap pada saat itu.

"Jadi bukan kali ini saya berbuat, jauh hari sebelum saya ada niat untuk mencalonkan diri jadi Wali Kota, kalau tidak salah itu sekitar tahun 2001 kalau saya tidak salah, pada saat itu terjadi pembakaran kapal. Untuk itu, saya tetap menjadikan nasib nelayan tradisional sebagai prioritas saya kedepan. Maka saya tegaskan sekali lagi, saya tidak ragu dengan penegakan peraturan, dan membuat pernyataan untuk menolak ilegal fishing di Kota Sibolga," pungkasnya. (Red)


16 Agu 2020

Usut Tuntas Kasus Pembegalan Terhadap Alumni Ponpes Darul Mukhlisin

Ketua PGK Labura : Usut Tuntas Kasus Pembegalan Terhadap Alumni Ponpes Darul Mukhlisin.

Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ahmad Syafii Hasibuan mengecam keras aksi pembegalan terhadap salah satu alumni Ponpes Darul Mukhlisin. Muhammad Zainuddin yang terjadi di begal di sekitaran Jalan Mangonsidi Medan pada hari sabtu subuh.  

Ahmad Syafii mendesak aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas tindakan pembegalan tersebut, dalam konfrensi persnya  Ahmad syafii hasibuan menegaskan, mengutuk keras aksi brutal begal tersebut, dan meminta aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini.

Kata Ahmad Syafii, apa lagi kejadian ini menjelang detik-detik Hut kemerdekaan, ini tak bisa di biarkan, sebab kejahatan jalanan di kota medan semakin hari semakin mengerikan dan membuat masyarakat semakin ketakutan. 

Lanjut Ahmad Syafii, maraknya kasus pembegalan di kota medan akhir-akhir ini, menunjukkan kurang maksimal nya kinerja aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan di kota medan, padahal bila di bandingkan jumlah begal dengan jumlah aparat, menurut perkiraan kami mungkin masih lebih banyak jumlah aparat, tapi kenapa aparat cnderung lemah dalam memberantas mereka. 

Kami berharap kasus ini mestinya bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Kapolda sumut untuk mengevaluasi kinerja anggotanya terkhusus terkait langkah-langkah yang di ambil oleh kaporestabes medan dalam memberantas kejahatan di kota medan, agar kedepan tidak ada lagi masyarakat yang jadi korban kejahatan jalanan di kota medan. Pungkas Ketua PGK Labura

Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Kota Medan Ongky Prasetia Hulu, S.Kom :Dirgahayu Indonesia Ke 75 Tahun

(16/08/2020) Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Kota Medan Ongky Prasetia Hulu, S.Kom bersama seluruh jajaran dan anggota DPD GNI Kota Medan mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75 tahun. Ketua Ongky Prasetia Hulu, S.Kom menyebutkan bahwa dalam memperingati Hut RI yang ke-75 di tengah suasana pandemic covid 19 ini, pihaknya berharap bangsa Indonesia agar diberikan kekuatan, semangat untuk bisa merayakannya dan selalu mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran covid 19 ini.


"Melalui momentum memperingati HUT RI ke- 75 ini, beliau juga mengajak seluruh masyarakat bisa menjadi momentum untuk lebih menguatkan semangat kebersamaan dan gotong royong, serta kesadaran berbangsa dan bernegara guna mewujudkan Indonesia Maju. Hal ini menjadi momentum untuk lebih menguatkan kebersamaan dan momentum kesadaran berbangsa dan bernegara untuk Indonesia Maju,” harapnya.

15 Agu 2020

Road to Merdeka KPOTI Sumut: Dari Medan ke Pulau Poncan


Medan. Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara melaksanakan semarak kemerdekaan ke-75 tahun Republik Indonesia.

Ada sejumlah kegiatan dihelat pada semarak yang bertajuk Road to Merdeka KPOTI Sumut menuju Indonesia Maju tersebut. 

Kepada wartawan, Jumat (14/8/2020), Ketua KPOTI Provinsi Sumut Agustin Sastrawan SPd MPd mengungkapkan, Road to Merdeka merupakan bagian dari peran KPOTI Sumut mengisi kemerdekaan. 

"Ini momen KPOTI Sumut bergerak maju sekaligus bagian peranan kami menuju Hari Kemerdekaan RI di 17 Agustus nanti," kata Agustin didampingi  Sekretris Agus Salim Samosir dan Wakil Ketua Muhammad Asril. 

Mantan Presiden Mahasiswa Unimed itu menjelaskan, Road to Merdeka diawali di Kota Medan pada 14 Agustus 2020 dan berakhir di Pulau Poncan Gadang Sibolga pada 17 Agustus 2020. Diisi pemberian mandat Kepengurusan KPOTI dan diskusi tentang permainan rakyat. 

Kabupaten Kota yang diberi mandat kepengurusan yakni Medan, Deliserdang, Sergai, Tebingtinggi, Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Labuhanbatu, Labusel, Labura, Siantar, Simalungun, Toba, Samosir, Taput, Tapteng, Tapsel, Madina, Palas, Paluta, Sidimpuan dan Sibolga.

"Roadshow dari Medan lewat jalur Toba dan menyinggahi kabupaten-kota yang dilalui. Ini sekaligus sebagai konsolidasi kita ke calon pengurus KPOTI yang ada di Kabupaten-Kota di Sumut serta menggali potensi kearifan lokal yang ada di sana," ujar Agustin. 

Acara puncaknya, sambung Agustin, ada di Kota Sibolga pada 16 Agustus 2020. Di sana, Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) yang sudah menyusun grand design acara, menggandeng KPOTI Sumut untuk berkegiatan menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI. 

"Rombongan tiba 16 Agustus pagi di Sibolga dan langsung menuju Pulau Poncan lewat jalur laut," urai Agustin. 

Di Pulau Poncan, pengurus Komantab yang dikomandoi Damai Oktavianus Mendrofa telah menyiapkan tenda-tenda perkemahan serta melakukan sisir pantai. 

"Malam harinya digelar malam renungan pengurus Komantab dan KPOTI Sumut," kata Agustin. 

Kemudian, pagi hari 17 Agustus 2020 digelar Upacara Peringatan hari kemerdekaan ke-75 tahun RI. 

"Akan ada pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut Poncan oleh kawan-kawan Komantab. Selepas itu kita adakan fetival permainan rakyat seperti engklek, bentengan, selodor di Pulau Poncan. Ini sungguh momen luar biasa," tukas Agustin.

13 Agu 2020

Tolak RUU Cipta Kerja, Buruh Gelar Demonstrasi di DPR 14 Agustus


Kamis, 6 Agustus 2020. Sejumlah kelompok buruh atau pekerja yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) akan kembali menggelar aksi demonstrasi terkait penolakan terhadap Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

Aksi demonstrasi akan digelar di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada 14 Agustus 2020.

"Kita lakukan aksi tanggal 14 Agustus sebelum pidato Presiden. Jumlah organisasi ada 10.000 anggota GEBRAK tergabung baik itu buruh, petani, nelayan, mahasiswa dan tidak hanya di Jakarta," kata Sekjen Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Damar Panca dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (6/8/2020).

Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menjelaskan, sejak awal kelompok buruh konsisten menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja karena RUU sapu jagat itu dinilai menabrak prinsip dasar konstitusi negara.

"RUU ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar konstitusi negara, di mana kalau bicara demokrasi, bicara soal kesejahteraan, keadilan, justru semakin jauh dari harapan rakyat dalam rancangan undang-undang Ciptaker," kata Nining.

Nining mengatakan, pembuatan draf RUU Cipta Kerja ini disembunyikan pemerintah. Bahkan, sulit diakses masyarakat.

"Tetapi pemerintah tetap memaksakan untuk menyerahkan drafnya ke DPR," ujar dia.

Nining mengatakan, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, pemerintah dan DPR seharusnya fokus pada penanganan Covid-19, salah satunya memberikan perlindungan terhadap masyarakat.

Namun, kata Nining, pemerintah dan DPR tetap melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja.

"Bahkan, terakhir kita melakukan aksi tanggal 6 Juli dan pimpinan DPR dan Baleg menyampaikan dalam masa reses ini tidak ada pembahasan dan sidang-sidang. Namun dalam praktiknya terjadi pembahasan yang justru masif," tutur Nining.

Berdasarkan hal itu, Nining mengatakan, tidak ada keberpihakan pemerintah terhadap rakyat yang tengah berjuang dalam kondisi krisis yang semakin mengancam.

"KASBI akan bersama GEBRAK turun ke jalan mendesak pada Presiden dan DPR untuk mengehentikan pembahasan RUU Cipta Kerja dan menarik itu dari DPR," ujar dia.

Untuk diketahui, Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) terdiri dari sejumlah kelompok buruh, pekerja hingga mahasiswa yakni KASBI, KPBI, Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), SINDIKASI, dan Solidaritas Pekerja Viva (SPV).

Kemudian, Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), dan Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia, LBH Jakarta, AEER, KPA, GMNI UKI, Aksi Kaum Muda Indonesia (AKMI), Federasi Pelajar Indonesia (Fijar), LMND DN, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jentera, dan lainnya. (Kompss.Com/RAT)

10 Agu 2020

Korma Preneur : Kami Bercita-cita Membangun Ruhani Masjid


Korma Preneur memiliki cita-cita besar untuk merenovasi masjid bukan sekedar bangunan fisik tapi ruhaninya melalui gerakan kaum muda/remaja.

Kata Mas'ud, tentu dalam hal ini adalah pembangunan keimanan, keilmuan, perekonomian, mental dan karakter pemuda /remaja islam yang hatinya terpaut pada masjid.

Dari situ nanti, masjid diharapkan akan menjadi simbol kedermawanan dan kesalehan sosial. Bukan hanya pada umat islam semata, melainkan juga terhadap seluruh manusia. Karena masjid adalah simbol keagungan yang meliputi segenap umat manusia, membawa rahmat bagi semesta alam.

Kita bismillahkan dari gerakan-gerakan anak muda/remaja yang berkiprah di Korma Preneur, untuk mengibarkan panji-panji kesalehan sosial terhadap seluruh manusia, menjaga, melindungi, melestarikan alam semesta dari petaka kebiadaban.

Lanjut Founder Korma Preneur, itulah yang menjadi pembakar semangat juang Komunitas Remaja Masjid Preneur untuk giat berusaha, berdagang sebagai sunnah yang diajarkan Rasulullah s.a.w dengan harapan sebahagian penghasilan yang diperoleh akan diperuntukkan bagi Yatim Piyatu, Kaum Dhuafa, Sabilillah dan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan dari seluruh anggota, sukarelawan dan partisiptisan Korma Preneur.

Tapi kami yakin dan percaya, ini tidak akan mampu kami realisasikan sendirian dari Korma Preneur apabila tidak adanya dukungan doa, suport dari berbagai komponen masyarakat, para aktifis islam, para penggiat sosial, para tokoh, para ulama dan para stake holder. Ini adalah kerja berat yang tidak mungkin dapat dipikul sendiri, oleh sebab itupula saya senantiasa berpesan kepada teman-teman yang tergabung di Korma Preneur agar terus menguatkan sinergifitas oleh semua kalangan dari lapisan terbawah hingga lapisan teratas masyarakat, menjaga hubungan baik kepada seluruh pihak dan tetap terus semangat berjalan, silaturrahim kepada siapapun tanpa terkecuali dan terus mempromosikan ide - gagasan terhadap seluruh tokoh-tokoh bangsa. Tegas Founder Korma Preneur Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos

8 Agu 2020

Ketum JBMI : Perjalanan Sufi Tanah Batak dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia

 
Ketua Umum Jam’iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) kami akan berkunjung ke Kabupaten Pekalongan, Provinsi  Jawa Tengah dengan agenda silaturahmi dengan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Aly bin Yahya dalam dalam rangka pembuatan kata sambutan beliau sebagai Ketua Forum Ulama Sufi Internasional (Juga Sebagai Wantimpres RI) dalam buku yang akan diterbitkan JBMI “Tuan Syekh Ibrahim Sitompul” dengan judul “Perjalanan Sufi Tanah Batak dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia”,

 Ada 2 agenda JBMI di Pekalongan:
1. Menghadiri acara Rotibul Qubro (Zikir Akbar Malam Jumat Kliwon) bersama Habib Luthfi (malam Jumat) 
2. Minta bimbingan dan Kata Sambutan perihal hasil penelitian buku "Perjalanan Sufi Tanah Batak Dalam Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia" (Jumat Siang)

5 Agu 2020

Diludahi dan Dibalas Oleh Doa Kebaikan


Menghadirkan prasangka baik terhadap 'Tuhan' tentu juga mesti menghadirkan prasangka baik terhadap seluruh makhluk ciptaanNya.

Dalam hal penghinaan diri, yang dilontarkan orang lain terhadap dirinya seperti cacian, makian, pengkerdilan, ujaran kebencian, dianggap gila, dilempari batu bahkan diludahi sekalipun jika ia benar-benar mengikuti suri tauladan baginda s.a.w maka ia tidak akan membalas tindakan buruk orang lain yang menimpa dirinya dengan sebuah tindakan yang sama apalagi melebihi dari itu. Walaupun sejatinya secara hukum yang berkeadilan orang yang melakukan tindakan tidak terpuji itu bisa dijatuhkan vonis hukuman sesuai aturan main hukum yang berlaku.

Begitulah memang adanya, sebagai suri tauladan yang baik baginda s.a.w telah memberikan pengajaran itu terhadap umatnya agar tidak mudah membalas prilaku buruk manusia terhadap dirinya dengan prilaku yang sama dan justru malah baginda mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat baik, mendoakan kebaikan serta membukakan pintu maaf yang selapang-lapangnya untuk orang semacam itu.

Keluhuran hati sanubari baginda s.a.w sebagaimana yang terkisahkan dalam sejarah peradaban dunia dan fatwa-fatwanya diadopsi tidak hanya timur dan eropa tapi juga sampai pada barat dan asia. Bukan hanya untuk kaum Muslimin saja tapi juga diluar dari itu mengadopsinya untuk menjadi rujukan serta petunjuk untuk menjalani kehidupan. Misal seperti perniagaan, perpolitikan dan seterusnya dan itu telah diakui oleh para Ilmuan Modern serta para Filosof Modern

Seperti W. Montgomery Wattdengan yang menulis buku berjudul "Muhammad : Prophet and Statesment", Gunther Luling berjudul "Die Wiederentdeckung Des Propheten Muhammad", dia beranggapan bahwa Muhammad s.a.w mirip Malaikat. (halaman. 17). 

Dan ada pula karya orintalis Jerman, Annemarie Schimmel yang menuliskan buku berjudul "Cahaya Purnama Kekasih Tuhan."

Schimmel penulis yang meraih gelar doktor di usia 19 tahun dan profesor di usia 23 tahun ini menggambarkan bahwa sosok Muhammad s.a.w yang penuh keagungan budi pekerti. Ia berhasil menginterpretasikan Muhammad sebagai sosok yang lembut, murah hati, sopan, santun, dan akrab pada sesama. Sehingga, kemuliaan akhlaknya ini patut dijadikan teladan bagi umat sedunia. (halaman. 333).

Dalam Buku "Ra'sul Mal" halaman 47-48, Karl Marx juga menulis bahwa "Nabi ini (Muhammad) dengan risalahnya telah membuka zaman baru untk ilmu, cahaya dan pengetahuan. Layak untuk dicatat kata-kata dan perbuatannya dalam pola operasional. Oleh karena pelajaran yang dilakukannya itu adalah wahyu Allah yang diturunkan dan merupakan risalahnya juga. Maka menjadi tugas kewajibannya untuk membersihkan kotoran-kotoran yang telah menimbuni risalah-risalah yang lalu akibat adanya perubahan, penggantian dan akibat ulah orang-orang bodoh yang mendangkalkan ajarannya tanpa dukungan orang yang berakal".

Selain Karl Marx, tokoh filosof lain yang mengakui kehebatan Nabi Muhammad s.a.w adalah Sir Herbert Spencer (1820-1903). Filosof kelahiran Cardiff, Inggris dalam bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, 'Ushulul Itjima' menulis: "Hendaklah kalian menjadikan Muhammad sebagai perlambang politik agama yang tepat, dan seseorang yang paling jujur dalam menerapkan sistemnya yang kudus di tengah-tengah umat manusia seluruhnya. Muhammad merupakan suatu sosok amanat yang dijelmakan dalam kejujuran yang murni, siang dan malam selalu tekun menghidupi umatnya."

Bahkan Michael Hart, ahli sejarah dari Amerika Serikat yang pernah bekerja di NASA menempatkan Nabi Muhammad sebagai manusia paling berpengaruh sepanjang sejarah. Dalam bukunya "The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History," Micahel Hart menempatkan Nabi Muhammad s.a.w pada urutan pertama.

Masih banyak lagi para Ilmuan dan Filosof yang mengakui risalah kerasulan bagianda s.a.w dan menjadikan baginda s.a.w sebagai suri tauladan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Tentu hal demikian semestinya harus kita syukuri dengan cara mengamalkan dalam keseharian kita pola hidup baginda s.a.w yang penuh kelembutan, kedamaian dan penuh cinta serta kasih sayang kudus.

Itu dikarenakan oleh baginda s.a.w tuntas dalam hal menghadirkan prasangka baik terhadap Allah s.w.t dengan hadirnya prasangka baik terhadap seluruh makhluk ciptaanNya dan menganggap yang berlaku demikian, membuat penghinaan, pengkerdilan dan seterusnya hanyalah manusia-manusia yang belum tercerahkan serta belum diberi wawasan pengetahuan.

Maka dari prasangka baik itu pula baginda s.a.w mendoakan kebaikan untuk manusia semacam itu dengan harapan Allah s.w.t mengabulkan segala doanya dan orang semacam itu dibukakan pintu hidayah, dicurahkan rahmat dariNya, diberikan keberkahan hidup dan mendapatkan keridhoan dari Allah s.w.t untuk kehidupannya dimasa akan datang.

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ali sayyidina Muhammad

Yaa habibillah, hati ku rindu, peluklah aku walau hanya didalam mimpi, air mata ku senantiasa menetes ketika menceritakan tentangmu... 😭😭😭

#JalanCintaMMS

Dikutip dari laman facebook Muhammad Mas'ud Silalahi

Azas Dan Landasan






AZAS DAN LANDASAN

Generasi Negarawan Indonesia berazaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar 1945.


MAKSUD DAN TUJUAN SERTA FUNGSI

     Generasi Negarawan Indonesia mempunyai maksud dan tujuan dibidang Sosial yaitu :

  • Untuk membentuk pemuda Indonesia yang nasionalls,religius dan kerakyatan, serta berjiwa patriot,mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia {NKRI) yang berorientasi kepada keadilan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
  • Untuk membentuk pemuda Indonesia yang berpotensi Positif dan aktif bergerak dibidang social kemasyarakatan guna turut serta memakmurkan kesejahteraan masyarakat Indonesia


      Generasi Negarawan Indonesia berfungsi :

  • Sebagai organisasi persaudaraan guna mempelopori gerakan nasionalisme dan patriotisme Penyalur kegiatan sesuai dengan kepentingan anggota dan/atau tujuan perkumpulan
  • Sarana pengembangan minat anggota untuk mewujudkan tujuan perkumpulan Sarana untuk turut berperan serta memajukan kesejahteraan masyarakat terutama di bidang sosial kemasyarakatan




Untuk mencapai maksud dan tujuan Generasi Negarawan Indonesia Menjalankan kegiatan dibidang Sosial antara lain :

  • Sebagai wadah komunikasi efektif kepemudaan dengan melakukan berbagai penyuluhan, seminar, road show atau diskusi terkait kreatifitas kepemudaan.
  • Aktif melakukan kegiatan-kegiatan kepemudaan guna membina persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia
  • mendayagunakan segala. bentuk potensi pemuda Indonesia dan pemberdayaan masyarakat guna kesejahteraan masyarakat dengan mendiri-kan Bank sampah
  • Aktif dalam segala aktifitas yang menunjang kebutuhan lokaf .dan nasi-onal bagi kesejahteraan masyarakat dengan mendirikan koperasi
  • Melakukan peneliti_an atau survei opinpublik di seluruh wilayah Indonesia yang akan menjadi masukan bagi proses politik dan pembuat kebijakan yang merupakan kebutuhan dasar sistem demokrasi di Indonesia dengan mendirikan Lembaga Survei; dan
  • Melakukan kerjasama antar lembaga atau organisasi terkait pemberdayaan pemuda dan fungsi- positif pemuda di masyarakat
  • Aktif menyampai-kan berita-berita dan informasi- informasi yang positif melalul pembuatan media cetak dan media elektronik.
  • usaha-usaha lain yang dipandang perlu dan sesuai dengan azas,. fungsi dan peran perkumpulan serta berguna untuk mencapai- maksud dan tujuan perkumpulan.Red



4 Agu 2020

Sosok Negarawan Sejati Bapak Drs. H Makmur Limbong, MA Pendiri Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah (Yaspetia) Medan






Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah (Yaspetia) Medan yang ikrar pada tahun 1983 telah memiliki 5 (Lima) kampus di wilayah Sumatera Utara : 
1.Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al-Hikmah Medan /logo.

2.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Hikmah Medan/Logo.
3.Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Medan/Logo.


4.Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Hikmah Medan/Logo

5. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hikmah Tanjung Balai/Logo


Melahirkan 5  (Lima) Kampus yayasan Perguruan Tinggi Agama Islam Al-Hikmah yang didirikan pada tahun 1983 akte notaris No.8 
Para Pendiri /Pengurus
1.Harum Manan
2.Makmur Limbong
3.M.Rifai Lubis
3.Dahlan Hasibuan
4.Burhan Hs
5.Firdaus Naly
6.Halimahtussakdiyah



Kantor Yayasan Perguruan Tinggi Islam Alhikmah(Yaspetia) Medan : Jl. KAMBOJA XII NO .84 BLOK 4  HELVETIA TENGAH .MEDAN HELVETIA

Red.

MPU Bada Sigalingging



GNInewspost "Mpu Bada Sigalingging “ se Jabodetabek mengadakan pertemuan untuk menanggapi video yang viral yang Mengatakan “ Pinempar Mpu Bada bukanlah Parna “ di Kantor Bp Lisna Barasa, Jl. Anggrek 23D Tanjung Priok Rawa Badak Utara, Koja, Minggu (26/7/2020).

 Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk mengklarifikasi Pernyataan sikap sepihak yang beredar di media sosial dan Menegaskan bahwa Mpu Bada adalah Pomparan Sigalingging yang masuk ke Pomparan raja Nai Ambaton atau Parna. Dalam pertemuan tersebut mereka juga menjelaskan sejarah Mpu bada, sekaligus untuk rapat pesta Sigalingging Tahun 2022 yang akan datang

 Yang menyatakan bahwa Mpu Bada bukan Parna adalah Pernyataan tersebut sepihak dan salah besar. Ujar St. Richard Tony Barasa Kami pinempar Mpu Bada sigalingging  menegaskan bahwa  MpuBada Sigalingging adalah Pinompar Sigalingging dan kami adalah Parna, Pungkasnya. Menurut Richard, alasan Pihak yang menyatakan Mpu Bada bukanlah Parna adalah karena mereka menyatakan tidak ada hubungan Pakpak dengan Tebba ( TOBA ) dan asal usul langsung dari Hindia Tondal.

Pertemuan ini  diselenggarakan langsung oleh :
1. Ketua Umum Banurea se Jabodetabek, AKBP Jonter Banurea SH.
2. Ketua Umum Gajah se Jabodetabek Martahi Gajah.
3. Ketua Umum Barasa se Jabodetabek, Asdan Barasa.

Dan  penasehat Barasa se Jabodetabek, St. Richard tony Barasa dan dihadiri oleh pomparan Mpu bada Sigalingging Jabodetabek, pengurus sigalingging se Jabodetabek.
 Tendang, Banurea, Manik Kecupak, Beringin, Gajah dan Berasa merupakan marga Keturunan Mpu Bada sigalingging yang juga masuk ke dalam bagian dari Keturuan Raja  Nai ambaton atau yang sering disebut Parna yang di kenal oleh banyak orang mempunyai Marga yang sangat banyak . 
Kekompakan marga Parna sangat di kenal banyak banyak orang karena istilah “ Si sada anak si sada boru “ dan “ Tung naso jadi Marsiolian yang artinya tidak boleh menikah dengan sesama marga Parna.Red