Ramadhan

GNI

26 Sep 2025

DIDUGA KUAT PIHAK POLRES SIMALUNGUN BERSEKONGKOL DENGAN PERUSAHAAN PT. TPL DALAM PENYERANGAN MASYARAKAT ADAT SIHAPORAS KAB. SIMALUNGUN

DIDUGA KUAT PIHAK POLRES SIMALUNGUN BERSEKONGKOL DENGAN PERUSAHAAN PT. TPL DALAM PENYERANGAN MASYARAKAT ADAT SIHAPORAS KAB. SIMALUNGUN



Senin, 22 September 2025

Penyerangan yang dilakukan oleh pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) kepada Masyarakat Adat Sihaporas di Buttu Pangaturan, Kabupaten Simalungun, berujung pada puluhan korban luka dan kerusakan fasilitas warga.



Insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika sekitar 150 pekerja yang terdiri dari sekuriti, buruh harian lepas (BHL), dan sejumlah orang yang diduga preman bayaran mendatangi wilayah adat Sihaporas. Mereka membawa potongan kayu panjang, tameng, dan mengenakan helm serta menggunakan seragam ninja untuk menutupi wajah mereka. Warga adat yang berjumlah sekitar 30 orang mencoba  meminta diskusi, namun upaya itu ditolak. Dorong-dorongan berujung pada pemukulan menggunakan kayu dan lemparan batu, mengakibatkan warga mengalami luka-luka.



Beberapa saat kemudian, jumlah pekerja PT TPL yang datang bertambah hingga sekitar 1.000 orang. Mereka diduga melibatkan karyawan perusahaan, BHL, sekuriti, intel polisi, dan preman bayaran. Dalam penyerangan itu, posko perjuangan masyarakat adat sihaporas dan 5 gubuk pertanian dibakar, empat rumah rusak, sepuluh sepeda motor dibakar, delapan sepeda motor lainnya dirusak, serta satu unit mobil Pickup ikut dibakar. Barang pribadi warga seperti enam telepon genggam, satu laptop, dan satu mesin pencacah rumput juga ikut musnah.

Penyerangan itu mengakibatkan sedikitnya 33 orang menjadi korban luka (18 Perempuan 15 Pria), termasuk lima perempuan dengan luka parah di bagian kepala, mulut, dan tubuh. Seorang anak penyandang disabilitas juga dilaporkan dipukul di bagian kkepala, serta seorang wanita status Mahasiswa IPB, yang sedang melakukan penelitian Tugas Skripsi berusia 23tahun yang juga almamater dibakar hangus didalam Rumah, Dari total korban, sepuluh orang mengalami luka serius, sementara 26 lainnya menderita luka memar dan lebam di kepala maupun badan.

Daftar korban luka-luka antara lain:

1. Delima Silalahi (34)
2. Tiodor Situngkir (65)
3. Royan Siahaan (23)
4. Paulus Siahaan (55)
5. Giofani Ambarita (29)
6. Herman Siahaan (44)
7. Harnodita Simanullang (43)
8. Magdalena Ambarita (53)
9. Mesriati Sinaga (47)
10. Lika Silitongan (37)
11. Anak Dimas Ambarita (17)
12. Feni Siregar (23)
13. Edy Ambarita (57)
14. Anita Simanjuntak (44)
15. Raulina Hutabalian (45)
16. Melpa Simanjuntak (47)
17. Bangkit Mangaai Ambarita (45)
18. Mesdianto (47)
19. Amina Siahaan (36)
20. Putri Ambarita (25)
21. Lamhot Ambarita (42)
22. Dohar Ambarita (20)
23. Thomson Ambarita (46)
24. Kristina Pasaribu (29)
25. Rida Sidabutar (36)
26. Johannes Siahaan (25)
27. Rolek Ambarita (47)
28. Frengky Harianja (37)
29. Moral Siahaan (28)
30. Delima Sinaga (56)
31. Saul Ambarita (63)
32. Sabar Ambarita (50)
33. Nurinda Napitu (38)

Alasan kuat persekongkolan pihak polres dengan perusahaan dalam penyerangan
1. Sampai saat ini Pihak kepolisian Polres simalungun belum menangkap Pimpinan perusahaan, serta bos komplotan sekurity PT. TPL BELUM DITAHAN JUGA UNTUK KEPERLUAN PENYELIDIKAN
2. Pihak polres setelah kejadian itu melarang masyarakat untuk datang ke tempat kejadian alhasil semua barang bukti yg dibakar pihak TPL hilang dari lokasi seperti bangkai mobil pik up yg dibakar, motor dll
3. Dihari yg sama Saat kejadian Pihak polres siang hingga malam hari berada di lingkungan TKP
4. Portal masuk ke lokasi kejadian ditutup sekurity TPL dan dilarang masuk mahasiwa yg hendak membantu masyarakat pas kejadian, dan mobil polisi berada dekat portal dan yang anehnya saat kejadian wajah polisi untuk mengamankan pertikaian tidak nampak. 

Dimohon pihak Kapolri, Kapolda, Presiden dan wakil presiden, DPR RI, Komnas HAM , Untuk turun melihat wargamu SEBELUM PERANG AKAN DIMULAI. 

SALAM RINDU KEMAJUAN RI
Jakson Ambarita
HP. /wa. 085376543103

#PrabowoSubianto
#Kapolri
#KAPOLDA
#KomnasHam

0 komentar:

Posting Komentar