Ramadhan

GNI

27 Sep 2025

Presiden RI Prabowo Subianto Didesak Serahkan Tanah untuk Rakyat Indonesia








Medan, 24 September 2025

Dalam momentum Hari Bhakti Agraria Nasional, ratusan massa yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat dan dipimpin oleh Dewan Pimpinan Pusat LSM Gudang Surat Suara Rakyat (GUSSUR) Indonesia melakukan aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Aksi ini dikomandoi oleh Bilser Edi Silitonga, S.H., selaku Koordinator Aksi sekaligus Ketua Umum DPP LSM GUSSUR Indonesia.




Gerakan ini mengusung semangat “Tim Kita Bersatu Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk Negara dan Masyarakat” dengan tujuan mendesak pemerintah, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar menunaikan mandat konstitusi untuk menyerahkan dan mengembalikan tanah kepada rakyat Indonesia.




Tuntutan Aksi




Dalam orasinya, LSM GUSSUR Indonesia menyampaikan sejumlah poin penting:

  1. Menutup dan membatalkan izin prinsip proyek Kota Deli Megapolitan yang diduga melanggar aturan dan merugikan masyarakat Sumatera Utara.

  2. Mendesak Kejaksaan Tinggi Sumut untuk segera memproses hukum dugaan kejahatan korporasi yang melibatkan PTPN II Regional I, NDP, dan PT Ciputra Tbk.

  3. Menyegel seluruh gedung perusahaan yang terlibat, termasuk kantor-kantor pemasaran di berbagai titik seperti Sampali, Helvetia, dan Tanjung Morawa.

  4. Memeriksa seluruh aparatur desa yang mengeluarkan rekomendasi dan surat-surat ilegal terkait perubahan status tanah menjadi proyek komersial.

  5. Menuntut BPN Kabupaten dan BPN Provinsi Sumatera Utara agar tidak lagi mengubah HGU menjadi HGB yang berpotensi merugikan rakyat.

  6. Mengusut oknum PTPN yang terlibat dalam praktik jual-beli tanah HGU secara ilegal.

  7. Menindak tegas pejabat yang diduga mendukung pelanggaran agraria dan terlibat dalam mafia tanah.

  8. Mendesak pemerintah agar benar-benar membatasi tanah HGU dan mengembalikan tanah untuk kepentingan rakyat sesuai amanat UUD 1945 serta Undang-Undang Pokok Agraria.





Pesan Moral

Dalam pernyataannya, Bilser Edi Silitonga menegaskan:



“Negara ini berdiri untuk rakyat, bukan untuk segelintir korporasi dan mafia tanah. Presiden Prabowo Subianto kami desak agar berpihak pada rakyat kecil dengan menyerahkan tanah untuk kepentingan bangsa, bukan dikuasai oleh kapitalis yang hanya mengejar keuntungan.”




Rangkaian Aksi



Aksi damai ini dimulai dengan titik kumpul massa di SPBU Simpang Cemara, Jl. Krakatau Medan, sejak pukul 08.00 WIB. Dari sana, massa bergerak ke beberapa lokasi strategis, antara lain:


  • Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

  • Kantor Gubernur Sumatera Utara

  • Kantor BPN Sumatera Utara



Massa menegaskan aksi ini berjalan damai dengan tetap mengedepankan ketertiban. Apabila tuntutan tidak direspons, aksi lanjutan akan dilakukan dengan kekuatan yang lebih besar.




LSM GUSSUR Indonesia menegaskan bahwa perjuangan agraria bukan hanya persoalan tanah, tetapi menyangkut kedaulatan bangsa, keadilan sosial, dan masa depan generasi Indonesia.




📌 Tagar perjuangan:
#HariBhaktiAgraria
#TanahUntukRakyat
#StopMafiaTanah
#ReformaAgraria


(BB)

0 komentar:

Posting Komentar