Melalui forum-forum aktual seperti ini, GNI terus berupaya menjadi jembatan antara generasi muda dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.(Humas)
31 Okt 2025
Tentang GNI
DPW Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jawa Timur Siap Sukseskan Forum Diskusi Aktual Bersama Wakil Ketua MPR RI
DPW Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jawa Timur Siap Sukseskan Forum Diskusi Aktual Bersama Wakil Ketua MPR RI
Malang, 31 Oktober 2025— Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Jawa Timur akan menyelenggarakan *Forum Diskusi Aktual* dengan tema “Meningkatkan Kualitas dan Efektivitas Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Melalui Penguatan Tata Kelola Dapur dan Pengawasan Mutu Pangan Lokal.”
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 November 2025 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Kota Malang, Jawa Timur. Acara akan menghadirkan narasumber utama Drs. H. Kahar Muzakir, Wakil Ketua MPR RI, yang akan membahas pentingnya kolaborasi nasional dalam menyukseskan program prioritas pemerintah tersebut.
Ketua DPW GNI Jawa Timur, Regia Achmad Wichaksana, menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah aktualisasi pemikiran dan aksi nyata generasi muda dalam mengawal implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran. “Kami di GNI Jawa Timur berkomitmen memperkuat peran pemuda dalam pengawasan publik dan peningkatan tata kelola program pemerintah, termasuk dalam hal mutu pangan lokal,” ujarnya.
Regia juga menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi kepada publik, sebagaimana diamanatkan dalam **Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP)**. “Masyarakat berhak tahu bagaimana pelaksanaan program strategis seperti MBG dijalankan. GNI mendorong agar seluruh proses berjalan terbuka, akuntabel, dan melibatkan masyarakat,” tambahnya.
Forum Diskusi Aktual ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konstruktif bagi pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam memperkuat implementasi program MBG di Jawa Timur, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan tanggung jawab sosial generasi muda di era keterbukaan informasi.
Tentang GNI
Generasi Negarawan Indonesia (GNI) merupakan organisasi kepemudaan yang berorientasi pada pembentukan karakter negarawan, penguatan wawasan kebangsaan, serta keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan nasional. Melalui forum-forum aktual seperti ini, GNI terus berupaya menjadi jembatan antara generasi muda dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
```
30 Okt 2025
Ketua DPD GNI Deli Serdang Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi di Pelindo Belawan
Ketua DPD GNI Deli Serdang Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi di Pelindo Belawan
Medan, Sumatera Utara — 30 Oktober 2025.
Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melakukan penggeledahan terhadap PT Pelindo Regional 1 Belawan di Jalan Lingkar Pelabuhan No. 1 Belawan II, Medan, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Belawan, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari jasa kepelabuhanan dan kenavigasian tahun anggaran 2023–2024.
Langkah tegas ini dilakukan guna mencari dan menemukan alat bukti yang cukup dalam proses penyidikan serta penetapan tersangka. Berdasarkan informasi resmi dari Pelaksana Harian Asisten Intelijen Kejati Sumut, Bani Ginting, SH, MH, penggeledahan difokuskan pada bagian keuangan, data pelaporan, serta ruang inventarisir pendataan kedatangan dan lalu lintas persinggahan kapal di wilayah pelabuhan.
Penggeledahan dilakukan sesuai ketentuan KUHAP dan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Medan Nomor: 12/Pen.Pid.Sus-TPK-GLD/2025/PN Medan, dengan melibatkan puluhan tim jaksa penyidik.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Deli Serdang, Ferdinantha Silaban, memberikan apresiasi atas langkah tegas Kejati Sumut.
“Kami dari DPD GNI Deli Serdang mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi di sektor strategis seperti kepelabuhanan. Ini bentuk nyata pelaksanaan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), yang harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh dirugikan oleh oknum yang menyalahgunakan kewenangan,” tegas Ferdinantha Silaban.
Ia juga menambahkan bahwa GNI terus mendorong transparansi dan pengawasan publik di sektor-sektor vital, terutama yang berkaitan langsung dengan penerimaan negara.
“Kita berharap penyidikan ini menjadi momentum memperbaiki tata kelola keuangan negara. Rakyat berhak tahu dan ikut mengawasi sebagaimana diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik dan UU Pers,” ujarnya.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, GNI mengajak seluruh generasi muda dan elemen masyarakat untuk bersatu melawan korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
(TIM)
DPP GNI : Pembentukan Pengurus Wilayah GNI Provinsi NTB
DPP GNI : Pembentukan Pengurus Wilayah GNI Provinsi NTB
Medan, 29 Oktober 2025— Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP-GNI) secara resmi menetapkan Surat Keputusan Nomor: 11/SKK/GNI/DPP/X/2025 tentang Pembentukan Pengurus Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berdasarkan surat keputusan tersebut, ditetapkan susunan pengurus wilayah GNI Provinsi NTB sebagai berikut:
- Ketua: Ivan Suaidi
- Sekretaris: Abdul Asis Ibrahim
- Bendahara: A. Nur Hikmah
Penetapan ini merupakan langkah strategis DPP GNI dalam memperluas jangkauan organisasi ke seluruh daerah Indonesia guna memperkuat semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kepemimpinan muda yang berkarakter negarawan.
Ketua Harian DPP GNI, Fajar CH. Simamora, SE, MM, menyampaikan apresiasi serta harapan besar kepada para pengurus yang baru ditunjuk.
“Dengan penunjukan para pengurus yang berjiwa negarawan sejati, kami yakin GNI akan tumbuh besar di Provinsi Nusa Tenggara Barat dan menjangkau seluruh kabupaten/kota ke depan. Jadilah pelopor generasi muda yang beretika, berani, dan bertanggung jawab untuk kemajuan bangsa,” ujarnya.
DPP GNI menegaskan bahwa pembentukan kepengurusan ini merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Kepemudaan, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, serta Undang-Undang tentang Perkumpulan dan Berserikat, dalam rangka memperkuat partisipasi publik dan transparansi organisasi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab moral, pengurus GNI NTB diharapkan segera menyusun program kerja yang konkret dan selaras dengan nilai-nilai kenegaraan untuk membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.
DPP GNI : Memberikan Mandat Pembentukan Pengurus Wilayah GNI Aceh
DPP GNI : Memberikan Mandat Pembentukan Pengurus Wilayah GNI Aceh
Medan, 29 Oktober 2025 — Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP-GNI) resmi menerbitkan Surat Keputusan Nomor: 10/SKK/GNI/DPP/X/2025 tentang Pembentukan Pengurus Wilayah Generasi Negarawan Indonesia Provinsi Aceh.
Dalam SK tersebut, DPP-GNI menetapkan:
- Ketua Wilayah:Chaidir Azhar
- Sekretaris: Zultri Ramadhan
- Bendahara: Habibatun Nisa
Pembentukan kepengurusan ini menjadi langkah awal dalam memperluas kiprah organisasi GNI di seluruh Indonesia, khususnya di Provinsi Aceh, guna menggerakkan semangat kebangsaan dan kepemudaan dalam bingkai nilai-nilai kenegaraan.
Ketua Harian DPP GNI, Fajar CH. Simamora, SE, MM, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru terbentuk.
“Selamat bertugas kepada para calon negarawan sejati. Semoga mampu membawa semangat baru dalam membangun generasi muda Aceh yang berkarakter, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
DPP GNI berharap, pengurus wilayah Aceh dapat segera membentuk struktur Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) secara menyeluruh serta menjalankan program-program kepemudaan sesuai amanat Undang-Undang Kepemudaan dan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, demi terciptanya transparansi, kolaborasi, dan pemberdayaan generasi muda Indonesia.
28 Okt 2025
DPW GNI NTB Siap Kibarkan Semangat Pemuda di Seluruh Wilayah
DPW GNI NTB Siap Kibarkan Semangat Pemuda di Seluruh Wilayah
Mataram — Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025, Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat kepemudaan dan memperluas jaringan organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di NTB.
Ketua DPW GNI NTB, Ivan Suaidi, menyampaikan bahwa pihaknya siap membentuk kepengurusan DPW dan DPD di seluruh wilayah NTB guna mengibarkan semangat GNI sebagai wadah generasi muda yang berintegritas, kreatif, dan berdaya juang tinggi.
“Dengan semangat kepemudaan, kita akan kibarkan panji GNI di seluruh Provinsi NTB dan kabupaten-kotanya. Dari sumpah menjadi nyata, dari pemuda untuk bangsa,” ucap Ivan Suaidi dalam keterangannya, Selasa (28/10/2025).
Ia juga menekankan bahwa semangat Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum kebangkitan generasi muda Indonesia untuk turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pemuda adalah kekuatan besar yang harus diarahkan untuk kemajuan dan persatuan.
“Undang-Undang Kepemudaan menegaskan bahwa pemuda memiliki hak dan tanggung jawab dalam pembangunan nasional. Maka dari itu, GNI hadir untuk menyalurkan potensi tersebut agar menjadi energi positif bagi bangsa,” tambahnya.
DPW GNI NTB berkomitmen menjadi wadah kolaborasi dan penggerak perubahan, sejalan dengan nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan semangat gotong royong yang menjadi dasar perjuangan para pemuda Indonesia sejak Sumpah Pemuda 1928.
Sumber: DPW GNI NTB
www.gninews.my.id
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Ketua DPD Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Kota Medan
Medan, 28 Oktober 2025
Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2025, Ketua DPD Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Kota Medan, Sunizar, menyampaikan tekad kuat untuk terus mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa melalui gerakan kepemudaan yang aktif, inovatif, dan berintegritas.
“Momentum Hari Sumpah Pemuda ini menjadi saat yang tepat untuk memperkuat barisan dan memperluas jaringan organisasi. Kami siap membentuk kepengurusan DPC GNI di seluruh kecamatan se-Kota Medan, agar semangat generasi muda dapat terwadahi dan diarahkan untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sunizar.
Ia menegaskan, GNI berkomitmen untuk menjadi wadah pembinaan generasi muda agar mampu menjadi negarawan sejati — yang berpikir dan bertindak untuk kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Langkah ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menekankan pentingnya peran organisasi pemuda dalam pembangunan nasional, serta Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), sebagai bentuk transparansi dan partisipasi aktif pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“GNI Medan siap membesarkan organisasi ini agar semakin dikenal, bermanfaat, dan menjadi mitra pemerintah dalam membangun karakter generasi muda yang berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Dengan semangat Sumpah Pemuda — Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia — GNI Kota Medan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi bangsa.
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Mari kobarkan semangat generasi muda demi kejayaan Indonesia.
www.generasinegarawanindonesia.my.id
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Provinsi Jawa Barat menyampaikan semangat kebangsaan kepada seluruh pemuda Indonesia
Bandung, 28 Oktober 2025
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Provinsi Jawa Barat menyampaikan semangat kebangsaan kepada seluruh pemuda Indonesia agar terus menggelorakan nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan semangat pembangunan berkelanjutan.
Ketua DPW GNI Jawa Barat, Supriyanto, ST., MT., menyampaikan bahwa momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam membangun bangsa, khususnya di bidang sosial, ekonomi, dan pendidikan kepemudaan.
“Dengan semangat Sumpah Pemuda, kami di DPW GNI Jawa Barat siap membentuk DPD di seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat, termasuk DPC di tingkat kecamatan. Ini adalah langkah konkret dalam memperluas gerakan kebangsaan dan membina generasi muda agar memiliki karakter negarawan,” tegas Supriyanto.
Ia juga menambahkan bahwa generasi muda Jawa Barat memiliki potensi luar biasa dalam menggerakkan perubahan positif bagi masyarakat. Namun potensi itu harus diiringi dengan pembinaan, kepemimpinan, dan arah perjuangan yang berlandaskan nilai kebangsaan dan keutuhan NKRI.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Oleh karena itu, kita harus membangun ekosistem kepemudaan yang kuat, mandiri, dan berintegritas agar mereka mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa,” tambahnya.
DPW GNI Jawa Barat berkomitmen untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menegaskan peran pemuda sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen persatuan bangsa. Selain itu, GNI juga mendukung semangat transparansi publik sesuai dengan **Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda 2025 ini, DPW GNI Jawa Barat mengajak seluruh elemen pemuda di tanah Pasundan untuk bangkit, bersatu, dan berkontribusi dalam membangun daerah menuju Indonesia Emas 2045.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi:
🌐 www.generasinegarawanindonesia.my.id
Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Jawa Barat
_Berkarya, Bersatu, dan Berkarakter untuk Negeri_
Hari Sumpah Pemuda 2025 oleh DPW GNI Aceh
Hari Sumpah Pemuda 2025 oleh DPW GNI Aceh
Banda Aceh, 28 Oktober 2025
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Aceh menyampaikan pesan kebangsaan untuk seluruh generasi muda agar terus mengobarkan semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme dalam membangun bangsa.
Ketua DPW GNI Aceh, **Chaidir Azhar**, mengajak seluruh pemuda di Tanah Rencong dan Indonesia pada umumnya untuk menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai pengingat bahwa kekuatan utama bangsa ini terletak pada persatuan dan semangat berkarya dari kaum muda.
“Pemuda hari ini harus bersatu, berani berinovasi, dan tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Sumpah Pemuda adalah bukti sejarah bahwa ketika pemuda berkumpul dan bersatu, maka lahirlah kekuatan besar yang mampu mengubah arah bangsa,” ungkap Chaidir Azhar.
Menurutnya, generasi muda Aceh memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif hingga sosial kemasyarakatan. Namun potensi itu harus diarahkan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan NKRI.
GNI Aceh juga mendorong agar nilai-nilai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan diterapkan secara nyata dalam pembangunan daerah. UU tersebut menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen persatuan (agent of unity) dalam mewujudkan cita-cita nasional.
“Melalui Sumpah Pemuda, kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada semangat kolaborasi dan kontribusi para pemuda. Mari jadikan hari ini sebagai momentum untuk berkarya dan berbuat nyata bagi bangsa,” tambahnya.
DPW GNI Aceh berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan karakter, pelatihan kepemimpinan, serta kegiatan sosial yang mendorong tumbuhnya pemuda-pemuda berjiwa negarawan di seluruh Aceh.
Informasi lengkap dan kegiatan GNI Aceh dapat diakses melalui situs resmi:
🌐 www.generasinegarawanindonesia.my.id
Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Aceh
_Berkarya, Bersatu, dan Berdaulat untuk Indonesia Maju_
(HUMAS)
27 Okt 2025
Hari Sumpah Pemuda 2025 oleh DPW GNI Sumut"
Hari Sumpah Pemuda 2025 oleh DPW GNI Sumut"
Medan, 27 Oktober 2025**
Dalam momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada **28 Oktober 2025**, Dewan Pimpinan Wilayah **Generasi Negarawan Indonesia (DPW GNI) Sumatera Utara** menyampaikan ucapan dan seruan semangat kebangsaan kepada seluruh generasi muda Indonesia.
Ketua DPW GNI Sumatera Utara, **M. Mas’ud Silalahi**, menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat penting bagi kaum muda untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajuan zaman dan tantangan global.
> “Hari Sumpah Pemuda adalah momentum kebangkitan generasi muda untuk menjaga keutuhan Indonesia. Mari kobarkan semangat juang, kemandirian, dan gotong royong dalam membangun negeri ini dari daerah masing-masing,” ujar M. Mas’ud Silalahi.
GNI Sumut melalui program “GNI Peduli” juga terus menggalakkan kegiatan sosial dan edukatif untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme dan kepedulian sosial di kalangan pemuda.
Dengan tema “Kobarkan Semangat Generasi Negarawan Muda,” GNI Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama kaum muda, untuk terus berkontribusi dalam menjaga keindonesiaan dan memperkuat solidaritas sosial demi kemajuan bangsa.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi:
🌐 **www.generasinegarawanindonesia.my.id**
Rilis ini disebarluaskan dalam semangat keterbukaan informasi publik sesuai **Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik**, serta semangat Undang-Undang Pers sebagai wujud kebebasan berekspresi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa.
DPW Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Sumatera Utara
_Membangun Negeri dengan Semangat Negarawan Muda_
`
"Ketum DPP GNI Rules Gajah: Momentum Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Membangun Daerah
"Ketum DPP GNI Rules Gajah: Momentum Sumpah Pemuda Harus Jadi Semangat Membangun Daerah
Medan, 27 Oktober 2025— Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gajah, S.Kom, yang juga merupakan putra daerah asli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menyerukan semangat kebanggaan dan kemandirian daerah sebagai pilar kemajuan bangsa.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Medan, Rules Gajah menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum reflektif bagi seluruh elemen bangsa — terutama generasi muda — untuk menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan di daerah masing-masing.
“Di hari Sumpah Pemuda ini, kita harus bangga atas kemajuan dan kemandirian dari tiap-tiap daerah dalam membangun wilayahnya masing-masing. Semangat ini harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat Indonesia dari akar terbawah,” ujar Rules Gajah dengan penuh semangat kebangsaan.
Lebih lanjut, Rules Gajah menegaskan bahwa semangat membangun daerah adalah bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai Sumpah Pemuda: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa — Indonesia. Ia mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki potensi unik yang harus digali dan dikelola oleh putra-putri daerah sendiri, agar tidak selalu bergantung pada pusat.
“Kemandirian daerah akan menjadi pondasi kuat bagi kemandirian nasional. Kita harus percaya diri dan optimis, karena dari desa dan kabupatenlah lahir pemimpin-pemimpin besar bangsa ini,” tambahnya.
Sebagai putra asli Tapanuli Tengah, Rules Gajah juga menyampaikan rasa bangganya terhadap perkembangan pembangunan di kampung halamannya. Ia mengajak generasi muda Tapteng untuk ikut berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi kreatif, pendidikan, hingga digitalisasi pelayanan publik.
“Anak muda harus berani tampil, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku perubahan. Jadilah pemuda yang inovatif, produktif, dan berintegritas,” tegasnya.
Ketum DPP GNI itu menutup pesannya dengan mengajak seluruh anggota dan simpatisan GNI di seluruh Indonesia untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat solidaritas kebangsaan serta mempererat persaudaraan antar daerah, tanpa sekat suku, agama, maupun latar belakang politik.
ini juga menegaskan komitmen GNI untuk terus berperan aktif dalam pembinaan generasi muda di berbagai bidang, sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008.
"Dari daerah kita bangun Indonesia — Pemuda Bersatu, Daerah Maju, Negeri Jaya!"
H. Buyung Sitompul Imbau Warga Tapteng Tidak Terprovokasi Isu Penataan Pantai Pandan"
H. Buyung Sitompul Imbau Warga Tapteng Tidak Terprovokasi Isu Penataan Pantai Pandan"
Medan, 27 Oktober 2025 — Tokoh masyarakat Sumatera Utara sekaligus Pembina DPP Generasi Negarawan Indonesia (GNI), H. Buyung Sitompul,ST,.MT, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang terkait rencana penataan kawasan Pantai Pandan yang tengah digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tapteng.
Dalam keterangannya kepada wartawan GNI News pada Minggu, 26 Oktober 2025, H. Buyung Sitompul menegaskan bahwa kabar yang beredar mengenai adanya pembongkaran rumah warga dan masjid di sepanjang Pantai Pandan merupakan informasi yang tidak benar dan menyesatkan.
“Saya minta masyarakat Tapteng jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar. Kepada adinda Bakhtiar Ahmad Sibarani (BS) , mari kita ciptakan suasana damai di kampung halaman. Jangan membuat perlawanan terhadap pemerintah, karena yang akan rugi adalah masyarakat sendiri,” ujar Buyung Sitompul, mantan Calon Bupati Tapanuli Tengah, dengan nada menyejukkan.
Lebih lanjut, Buyung menjelaskan bahwa rencana penataan Pantai Pandan merupakan program pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan keindahan, kebersihan, dan potensi wisata pesisir Tapanuli Tengah, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, langkah ini justru sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi alam daerah.
“Kita harus berpikir positif. Pemerintah tentu tidak akan mengambil kebijakan yang merugikan rakyatnya. Jika ada kekhawatiran di masyarakat, mari kita bicarakan secara terbuka, bukan dengan provokasi,” tambahnya.
H. Buyung Sitompul juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjaga kondusivitas dan memperkuat sinergi antara masyarakat dengan pemerintah daerah demi kemajuan bersama.
“Tapteng ini rumah kita semua. Mari kita rawat kedamaian dan persaudaraan, karena dari situ pembangunan bisa berjalan baik,” ujarnya menegaskan.
Imbauan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama kalangan tokoh masyarakat yang menilai bahwa suara sejuk dari figur seperti Buyung Sitompul sangat dibutuhkan untuk mendinginkan situasi di tengah maraknya perdebatan publik di media sosial.
Ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, di mana masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar, akurat, dan tidak menyesatkan, agar tidak terjadi disinformasi yang dapat memicu konflik sosial.
"Jaga kedamaian, bangun daerah, dan rawat persaudaraan — karena kemajuan Tapteng adalah kebanggaan kita bersama."
(TIM)
25 Okt 2025
Peringatan HUT ke-3 PPRS di Tapanuli Tengah Jadi Momentum Pererat Persaudaraan Marga Sigalingging"
Peringatan HUT ke-3 PPRS di Tapanuli Tengah Jadi Momentum Pererat Persaudaraan Marga Sigalingging"
Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara — 25 Oktober 2025
Kebersamaan dan rasa bangga menjadi satu dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Parsadaan Pomparan Raja Sigalingging (PPRS) se-Indonesia, yang digelar secara khidmat dan meriah di Sumur Op Bada Sigalingging, Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Acara bersejarah ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah, mulai dari Ketua Umum PPRS, Kolonel Corri Sigalingging, danKetua DPC PPRS Tapanuli Tengah, Sawaluddin Sigalingging, hingga unsur Forkopimca seperti Camat Andam Dew,Danramil, Kapolsek Barus, Kepala KUA, Kepala Desa Lobu Tua, serta tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda , dan para awak media Online.
Dalam sambutannya, Kolonel Corri Sigalingging menekankan pentingnya menjaga jati diri sebagai keturunan Raja Sigalingging yang dikenal dengan semangat gotong royong, kejujuran, dan rasa hormat terhadap leluhur.
“Kita bukan hanya sekadar berkumpul untuk merayakan ulang tahun organisasi, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antar sesama pomparan di seluruh Indonesia. PPRS harus menjadi contoh kebersamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kolonel Corri Sigalingging di hadapan para undangan.
Sementara itu, Ketua DPC PPRS Tapanuli Tengah, Sawaluddin Sigalingging, menyampaikan bahwa usia tiga tahun adalah awal bagi organisasi untuk memperkokoh struktur dan memperluas kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami ingin PPRS menjadi wadah yang mampu berperan dalam pembangunan daerah, menanamkan nilai-nilai adat, serta mendorong generasi muda untuk tetap bangga dengan identitas marganya,” ucap Sawaluddin.
Acara HUT ke-3 ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti doa bersama, prosesi adat, hiburan budaya Batak, serta ramah tamah antar keluarga besar Sigalingging. Momentum ini menjadi simbol kebangkitan solidaritas marga yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga mencerminkan semangat keterbukaan informasi dan sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.
Kehadiran unsur Forkopimca, tokoh agama, dan tokoh adat menunjukkan bahwa nilai kebersamaan dan saling menghormati masih terjaga kuat di tengah keberagaman.
Acara berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan, ditutup dengan doa syukur di Sumur Op Bada Sigalingging — lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi pomparan Raja Sigalingging.
Melalui kegiatan ini, PPRSnya menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi positif bagi bangsa, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, adil, dan membangun semangat
nasionalisme berbasis budaya.
"Kebersamaan adalah kekuatan, persaudaraan adalah warisan —Sigalingging Marsada, Marsitua, Marhite dohot Marhormat!"
( BIRO TAPTENG)
Ketua DPD GNI Dairi Serukan Persatuan dan Keterbukaan Informasi di Momen Hari Santri Nasional
Ketua DPD GNI Dairi Serukan Persatuan dan Keterbukaan Informasi di Momen Hari Santri Nasional
Sidikalang, 22 Oktober 2025 —Ketua Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (DPD GNI) Kabupaten Dairi, Insan Banua Rea, menyerukan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan nasional, penghormatan terhadap keberagaman adat istiadat, serta keterbukaan informasi publik di seluruh daerah di Indonesia.
Dalam momentum Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, Insan Banua Rea menyampaikan bahwa peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan.
“Bangsa kita besar karena keberagaman. Kita punya banyak adat, budaya, dan tanah ulayat yang harus dihormati bersama. Jangan ada lagi sikap saling merendahkan. Justru dari perbedaan itulah lahir kekuatan besar Indonesia,” tegas Insan Banua Rea.
Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam **Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)**. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah fondasi keadilan sosial dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintahan maupun organisasi masyarakat.
“Setiap warga negara berhak mendapatkan informasi yang benar dan terbuka. Dengan transparansi, masyarakat dapat ikut mengawasi jalannya pemerintahan dan menjaga agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.
Dalam konteks daerah, Insan Banua Rea mengajak seluruh tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat untuk mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan pandangan, khususnya yang berkaitan dengan hak tanah adat atau tanah ulayat sebagaimana diatur dalam **Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960**.
“Tanah ulayat adalah simbol martabat dan identitas masyarakat adat. Kita harus menjaganya dengan rasa hormat dan musyawarah, bukan dengan konflik atau provokasi,” tambahnya.
Ketua DPD GNI Dairi juga menyampaikan apresiasi kepada para santri di seluruh Indonesia yang telah berperan penting dalam menjaga moral bangsa dan memperkuat semangat nasionalisme.
“Santri adalah benteng moral bangsa. Semangatnya mencerminkan Indonesia yang beriman, cerdas, dan cinta tanah air,” tutupnya.
klarifikasi Hotman Sigalingging kini menuai fotensi konflik horisontal di Dairi dan pakpak Bharat
klarifikasi Hotman Sigalingging kini menuai fotensi konflik horisontal di Dairi dan pakpak Bharat.
Dairi/Pakpak Bharat.Dairi pakpak Bharat Diduga berfotensi terjadi konflik horisontal akibat adanya dugaan penghinaan terhadap suku Pakpak " Dengan mengatakan suku Pakpak itu tidak punya wilayah Di Benua HarHar kabupaten Pakpak Bharat.
Setelah menjalani pemeriksaan di polres Pakpak Hokman Sigalingging membuat vidio klarifikasi di media sosial" dengan mengatakan bahwa objek Benua HarHar adalah milik dari Hotmat Sigalingging dan mengatakan itu hak Ulayatnya .
Klarifikasi itu justru membawa perhatian dan bayak keberatan di sejumlah tokoh Pakpak termasuk Abdon kudadiri menyampaikan bantahan keberatan atas pernyataan klarifikasi Hotman itu yang justru dinilai malah menambah gram di sejumlah suku Pakpak di kabupaten Dairi dan kabupaten Pakpak Bharat.
Abdon kudadiri (ketua sulang silima kudadiri) angkat bicara tidak ada hak Ulayat Sigalingging di tanah pakpak ini ucapnya hal ini disampaikannya di video beredar di media sosial.
Hal ini diduga berfotensi terjadi konflik horisontal bila polres Pakpak Bharat tidak segara ambil sikap tindak hukum sesuai undang-undangan yang berlaku .
Salah satu pemuda pakpak Indonesia mengatakan bila polres Pakpak Bharat terindikasi cenderung untuk memberi ruang untuk perlindungan terhadap Hotman Sigalingging " kami akan gruduk itu polres Pakpak Bharat....ucapnya dengan tegas.
Sejumlah Masyarakat Pakpak dan tokoh pemuda mendesak polres Pakpak Bharat segera tersangkakan Hotmat itu .... ucapnya tegas.
Ketum DPP GNI Desak Reformasi Polri dan Pelaksanaan Jukrah Antikriminalisasi Secara Menyeluruh
Ketum DPP GNI Desak Reformasi Polri dan Pelaksanaan Jukrah Antikriminalisasi Secara Menyeluruh
Medan, 25 Oktober 2025 — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI), **Rules Gaja, S.Kom**, menegaskan pentingnya pelaksanaan Jukrah (petunjuk dan arahan) yang baru saja diterbitkan oleh Polri terkait penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan.
Dalam keterangannya di Medan, Rules Gaja menilai bahwa arahan Presiden yang menekankan *larangan kriminalisasi terhadap rakyat kecil* harus dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), baik oleh aparat Polri di tingkat pusat maupun di daerah.
“Ini harus dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh Indonesia. Tidak boleh ada lagi kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Hukum jangan tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Sudah saatnya Polri berbenah total,” tegas Rules Gaja.
Ia juga menyoroti perlunya pembaruan kepemimpinan di tubuh Polri agar lembaga tersebut dapat bekerja lebih profesional dan bebas dari tekanan politik.
“Kami menilai sudah waktunya Kapolri diganti dengan sosok baru yang mampu membawa Polri bekerja lebih baik, lebih transparan, dan tanpa tekanan politik masa lalu,” ujarnya.
Rules Gaja menegaskan bahwa keadilan sosial hanya bisa terwujud jika aparat penegak hukum menempatkan diri sebagai pelindung rakyat, bukan sebagai alat kekuasaan. Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran Polri mematuhi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang **Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP)**, serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang **Pers**, agar masyarakat dan media dapat mengawasi jalannya penegakan hukum secara terbuka dan transparan.
“Masyarakat berhak tahu proses hukum yang berjalan. Transparansi adalah kunci untuk mencegah penyalahgunaan wewenang dan menjaga kepercayaan publik,” tambahnya.
Pernyataan tegas ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya Presiden memperbaiki sistem hukum nasional agar lebih berpihak kepada rakyat lemah dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Sudah saatnya hukum benar-benar menjadi alat keadilan, bukan alat kekuasaan,” tutup Rules Gaja.
Humas DPP Generasi negarawan Indonesia (GNI)
Presiden Tegaskan Larangan Kriminalisasi Rakyat Kecil, Polri Terbitkan Jukrah Penegakan Hukum Berkeadilan
Presiden Tegaskan Larangan Kriminalisasi Rakyat Kecil, Polri Terbitkan Jukrah Penegakan Hukum Berkeadilan
Jakarta — Dalam rangka menindaklanjuti arahan langsung Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan penegakan hukum yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan, Wakaposko Presisi Polri mengirimkan Surat Telegram (ST) Petunjuk dan Arahan (Jukrah) kepada seluruh jajaran Kepolisian di tingkat pusat dan daerah.
Surat tersebut ditujukan kepada para Kapolda, Kaposko Polda jajaran, Dirkrimum, Dirkrimsus, Dirnarkoba, serta para Kapolres/ta/tabes di seluruh Indonesia. Tembusan disampaikan kepada Wakapolri, Astamarena Kapolri selaku penanggung jawab posko, Kabareskrim Polri, dan Kaposko Presisi.
Dalam arahan Presiden yang menjadi dasar diterbitkannya Jukrah ini, terdapat lima poin penting yang ditekankan:
1. Larangan Kriminalisasi Rakyat Kecil
Presiden menegaskan agar Kepolisian dan Kejaksaan tidak mencari-cari kesalahan rakyat kecil. Tindakan semacam itu disebut sebagai “perbuatan jahat dan zalim” karena memperparah penderitaan masyarakat yang sudah hidup dalam kesusahan.
2. Hentikan Praktik “Cari-cari Masalah”
Presiden meminta agar aparat penegak hukum menghentikan praktik pembuatan kasus pidana untuk menjatuhkan pihak tertentu. Penegakan hukum harus dilakukan secara jujur, profesional, tanpa motif politik ataupun kepentingan pribadi.
3. Penegakan Hukum dengan Hati Nurani
Penegakan hukum harus dijalankan dengan hati dan rasa keadilan. Presiden mengingatkan agar hukum tidak “tajam ke bawah, tumpul ke atas”. Sikap yang keras terhadap rakyat kecil namun lunak terhadap yang berkuasa disebut sebagai kejahatan moral yang tidak dapat ditoleransi.
4. Perlindungan terhadap Rakyat Lemah
Aparat diminta menempatkan diri sebagai pelindung masyarakat, bukan sumber ketakutan. Orang kecil dan lemah harus dibela, dilindungi, dan dibantu — bukan dijerat dengan hukum yang disalahgunakan.
5. Evaluasi dan Koreksi Diri Lembaga Penegak Hukum
Presiden meminta lembaga penegak hukum, khususnya Kepolisian dan Kejaksaan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik di lapangan. Ditekankan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, berimbang, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Wakaposko Presisi menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri wajib menjadikan Jukrah ini sebagai pedoman dalam setiap langkah penegakan hukum di lapangan. Arahan Presiden tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan internal dan penguatan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Demikian Jukrah ini disampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan. Salam Presisi.”
(TIM)
23 Okt 2025
DPP Generasi Negarawan Indonesia Rayakan Hari Santri Nasional 2025
DPP Generasi Negarawan Indonesia Rayakan Hari Santri Nasional 2025
Nasional — Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI) turut memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025. Dalam momentum ini, Ketua Umum DPP GNI, Rules Gajah, S.Kom, menyampaikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh santri di Indonesia yang telah menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa dan pembangunan moral masyarakat.
“Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, tetapi juga penggerak perubahan sosial dan penopang kemajuan bangsa. Semangat keikhlasan dan keilmuan santri adalah teladan bagi kita semua,” ujar Rules Gajah dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk mengingat jasa para ulama dan santri dalam menjaga kedaulatan negara serta memperkuat karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin.
Melalui organisasi DPP GNI, Rules Gajah juga mengajak seluruh kader dan masyarakat luas untuk terus mendukung peran pesantren dan santri dalam membangun Indonesia yang lebih beradab, mandiri, dan berkeadilan sosial.
“Generasi muda harus meneladani perjuangan para santri. Dari pesantren lahir tokoh-tokoh bangsa yang berani dan berilmu. Mari teruskan perjuangan itu dengan semangat kebersamaan,” tegasnya.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung semangat kolaborasi dan kepedulian, sejalan dengan visi DPP GNI yang berkomitmen terhadap pembangunan karakter dan kesejahteraan bangsa.
Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025. Santri Jaya, Indonesia Berdaya!
22 Okt 2025
Pernyataan Menteri Purbaya dan Kang Dedi Mulyadi Soal Deposito Jabar Jadi Sorotan Publik"
Pernyataan Menteri Purbaya dan Kang Dedi Mulyadi Soal Deposito Jabar Jadi Sorotan Publik"
Jabar — Pernyataan Menteri Purbaya dan Kang Dedi Mulyadi mengenai dugaan keberadaan deposito milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kini memantik diskusi hangat di kalangan publik dan pemerhati kebijakan daerah. Kedua tokoh ini saling menanggapi secara terbuka, memperlihatkan dinamika dan ketegangan dalam isu transparansi keuangan daerah.
Menteri Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa berdasarkan data resmi dari Bank Indonesia, Pemprov Jawa Barat tidak memiliki deposito di bank mana pun. Ia menegaskan, informasi tersebut bukan sekadar opini, melainkan data yang sejajar dengan catatan milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Data yang saya sampaikan bersumber langsung dari Bank Indonesia dan diverifikasi Kemendagri. Jadi bukan asumsi atau kabar burung. Mungkin Kang Dedi dikibulin anak buahnya,” ujar Purbaya menegaskan.
Pernyataan itu langsung menuai tanggapan dari Kang Dedi Mulyadi, yang merasa tudingan tersebut perlu diluruskan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima laporan tentang adanya deposito, apalagi dilakukan tanpa izin atau sepengetahuannya.
“Kalau betul ada yang main belakang, tunggu saja nasibnya. Saya akan pecat langsung staf yang berani membuat sertifikat deposito tanpa sepengetahuan saya,” kata Kang Dedi dengan nada tegas.
Perdebatan ini kemudian memantik reaksi dari masyarakat dan pengamat kebijakan publik. Banyak pihak menilai, pernyataan dua pejabat tersebut mencerminkan perlunya perbaikan sistem pelaporan dan transparansi keuangan daerah. Publik berharap agar data pengelolaan keuangan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, dapat diakses secara terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan atau spekulasi.
Selain itu, isu ini juga menjadi ujian bagi integritas pejabat publik dalam menyampaikan informasi yang berbasis data valid dan dapat diverifikasi. Ketika masyarakat semakin kritis terhadap pengelolaan dana daerah, setiap pernyataan pejabat akan diuji kebenarannya, terutama jika berkaitan dengan keuangan publik.
Para analis menilai, situasi ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan pusat untuk memperkuat koordinasi serta menyatukan basis data keuangan. Dengan begitu, publik dapat memperoleh kepastian informasi yang akurat, dan kepercayaan terhadap pemerintah dapat tetap terjaga.
Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Bank Indonesia maupun Kemendagri terkait perbedaan klaim tersebut. Namun yang jelas, perdebatan antara Menteri Purbaya dan Kang Dedi Mulyadi telah membuka babak baru dalam wacana besar soal transparansi, integritas, dan tanggung jawab pengelolaan keuangan daerah di Indonesia.
20 Okt 2025
Aryves New Boutique Hadir di Medan, Rayakan Tahun ke-8 dengan Koleksi Elegan dan Lengkap
Medan, 18 Oktober 2025 — Setelah sukses mengembangkan bisnisnya di berbagai kota besar di Indonesia maupun di mancanegara, Aryves New Boutique kembali memperluas jangkauan dengan membuka butik baru di Kota Medan. Butik yang beralamat di Kompleks Merbau Mas, Jalan Merbau Mas, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, ini menjadi bagian dari perayaan tahun ke-8 berdirinya brand tersebut.
Acara grand opening Aryves New Boutique ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh pendirinya, Vesliana, serta turut dihadiri oleh Puteri Indonesia asal Sumatera Utara.
Vesliana menjelaskan bahwa Aryves telah berdiri sejak tahun 2017 dan kini memasuki tahun ke-8 perjalanan bisnisnya di dunia fashion.
“Halo, perkenalkan, saya Vesliana, fashion designer Aryves. Aryves berdiri sejak tahun 2017, dan di tahun 2025 ini merupakan tahun ke-8 kami,” ujar Vesliana.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap busana modest semakin meningkat. Hal ini menjadi semangat bagi Aryves untuk terus dekat dengan pelanggan serta menghadirkan karya dan inovasi sesuai kebutuhan masa kini.
“Inspirasi bisa datang dari mana saja. Misalnya, kami sering mengombinasikan motif bunga dengan unsur burung khas etnis Tionghoa dalam desain kami,” jelasnya.
Vesliana mengaku bersyukur atas peresmian butik terbaru tersebut dan berharap kehadiran Aryves New Boutique dapat memenuhi kebutuhan pelanggan di Medan yang menginginkan busana premium bergaya Tionghoa dengan desain eksklusif serta koleksi yang lebih beragam.
Ia juga menceritakan bahwa kecintaannya terhadap dunia fashion sudah muncul sejak kecil, berkat dukungan sang ibu.
“Sejak kecil saya sudah senang dengan fashion. Tahun 2017 saya melihat peluang, karena saat itu belum banyak yang menghadirkan baju dengan bordiran khas seperti yang kami buat. Justru kini model seperti itu menjadi tren,” ungkapnya.
Sebagai pelopor fashion premium yang menginspirasi wanita Tionghoa untuk tampil percaya diri, anggun, dan berkelas, Vesliana berkomitmen menghadirkan koleksi yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga berkualitas tinggi dan mencerminkan nilai-nilai modesty.
Aryves menawarkan kombinasi unik antara desain premium, material berkualitas, serta perhatian terhadap detail. Ciri khas brand ini terletak pada bordir dan aksesori khusus (custom) yang dibuat secara eksklusif. Selain itu, pengalaman pelanggan juga menjadi fokus utama, mulai dari kemasan elegan hingga pelayanan personal.
“Setiap detail dalam proses produksi kami perhatikan dengan cermat, mulai dari pemilihan material hingga tahap finishing. Saya sendiri yang memilih aksesori dan bahan untuk memastikan keunikan serta kualitas tetap terjaga,” kata Vesliana.
Ia menambahkan bahwa industri fashion di Indonesia, khususnya di segmen fashion Tionghoa, berkembang sangat pesat. Hal ini menjadi peluang besar bagi Aryves untuk terus berinovasi dan memperkuat posisinya sebagai brand fashion premium di Tanah Air maupun internasional.
“Kami ingin Aryves New Boutique menjadi brand fashion Tionghoa premium terbaik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional. Kami berencana terus memperluas jangkauan, membuka lebih banyak butik, dan menghadirkan koleksi yang semakin inovatif,” tuturnya.
Di akhir acara, Vesliana menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pelanggan dan tamu yang hadir.
“Kehadiran Anda semua adalah inspirasi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik. Semoga butik ini menjadi tempat di mana Anda menemukan keindahan, keanggunan, dan pengalaman belanja yang tak terlupakan,” ujarnya.( Gajah)
18 Okt 2025
Keluarga Besar Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
Keluarga Besar Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto
Jakarta — Keluarga Besar Generasi Negarawan Indonesia (GNI) menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-74 kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan dan doa atas dedikasi beliau dalam memimpin bangsa Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian nasional.
Dalam ucapan resminya, GNI menegaskan bahwa Presiden Prabowo merupakan sosok negarawan sejati yang memiliki semangat juang tinggi, disiplin, serta komitmen kuat terhadap kepentingan rakyat dan kedaulatan bangsa. Kepemimpinan beliau diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berbakti, bekerja keras, dan mencintai tanah air.
Ketua Umum DPP Generasi Negarawan Indonesia menyampaikan,
“Bapak Prabowo Subianto adalah teladan bagi kami semua. Dalam setiap langkah dan kebijakan yang beliau ambil, terlihat jelas semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Kami mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam memimpin Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang.”
Momentum ulang tahun ini juga menjadi refleksi bagi seluruh anggota GNI di tingkat pusat maupun daerah untuk memperkuat sinergi dan mendukung visi besar Presiden Prabowo dalam memperjuangkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat di segala bidang.
GNI sebagai organisasi yang berkomitmen mencetak generasi penerus bangsa yang berjiwa negarawan akan terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, sosial, dan pembangunan karakter bangsa.
Sekali lagi, Keluarga Besar Generasi Negarawan Indonesia mengucapkan:
Selamat Ulang Tahun ke-74 kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Prabowo Subianto.
Semoga senantiasa diberkahi kesehatan, panjang umur, dan kesuksesan dalam memimpin Indonesia menuju kejayaan.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP)
Generasi Negarawan Indonesia (GNI)
Jakarta, 17 Oktober 2025
`
Ketua DPD GNI Deli Serdang Angkat Bicara Soal 7 Commander Wish Kapolrestabes Medan
Ketua DPD GNI Deli Serdang Angkat Bicara Soal 7 Commander Wish Kapolrestabes Medan
Medan – 18 Oktober 2025 | GNI NEWS
Menanggapi langkah visioner yang ditunjukkan oleh Kapolrestabes Medan melalui program “7 Commander Wish”**, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (DPD GNI) Kabupaten Deli Serdang memberikan apresiasi sekaligus harapan agar implementasi di lapangan benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Ketua DPD GNI Deli Serdang menilai tujuh poin Commander Wish tersebut sejalan dengan semangat keterbukaan, pelayanan publik, dan profesionalisme aparat penegak hukum sebagaimana diamanatkan oleh berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Kami mendukung sepenuhnya langkah Kapolrestabes Medan dalam mendorong penegakan hukum yang profesional, transparan, dan humanis. Polri perlu menjadi contoh dalam keterbukaan informasi publik dan menjalin hubungan harmonis dengan insan pers sebagai mitra strategis masyarakat,” ujar Ketua DPD GNI Deli Serdang.
7 Commander Wish Kapolrestabes Medan:
1. Internalisasi dan soliditas dengan pengawasan.
2. Harkamtibmas yang humanis dengan keikhlasan.
3. Pelayanan publik yang berkualitas.
4. Penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan restoratif.
5. Sinergitas dengan TNI, Pemda, instansi terkait, dan komponen masyarakat.
6. Mendukung program prioritas nasional.
7. Pengelolaan media.
Ketua GNI juga menyoroti pentingnya poin ketujuh, yaitu pengelolaan media, yang dianggap sebagai cerminan keterbukaan Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang baik antara aparat kepolisian dan insan pers sangat menentukan kualitas demokrasi dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum.
“Pers adalah jembatan antara institusi negara dan rakyat. Bila komunikasi terbuka dan transparan, tidak ada ruang bagi kesalahpahaman atau fitnah yang dapat merusak kepercayaan publik,” tambahnya.
GNI Deli Serdang berharap agar semangat Commander Wish Kapolrestabes Medan tidak hanya berhenti di level wacana, tetapi benar-benar diimplementasikan di setiap lini kepolisian — mulai dari jajaran Polsek hingga unit pelayanan masyarakat — dengan prinsip humanis, transparan, dan akuntabel.
Langkah ini juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan stabilitas sosial serta keadilan yang berkeadilan bagi semua pihak.
(Redaksi – GNI NEWS )
13 Okt 2025
DEMA-U UIN Sumatera Utara Sampaikan Aspirasi ke Rumah Aspirasi Romo Centre: Soroti Dugaan Ketimpangan Manajerial dan Pengadaan WiFi Rp2,7 Miliar
DEMA-U UIN Sumatera Utara Sampaikan Aspirasi ke Rumah Aspirasi Romo Centre: Soroti Dugaan Ketimpangan Manajerial dan Pengadaan WiFi Rp2,7 Miliar
Medan, 13 Oktober 2025
— Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (DEMA-U UINSU) menyampaikan aspirasi dan pengaduan resmi kepada Rumah Aspirasi Romo Centre terkait sejumlah persoalan yang tengah melanda kampus UIN Sumatera Utara. Audiensi ini merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa atas berbagai permasalahan manajerial dan pelayanan kampus yang dinilai jauh dari standar kualitas perguruan tinggi negeri berakreditasi unggul.
Dalam surat pengaduan yang sudah disertakan kajian itu, DEMA-U menyebutkan bahwa saat ini UIN Sumatera Utara tengah mengalami penurunan kualitas manajemen dan transparansi pengelolaan anggaran, terutama pada aspek fasilitas dan kebijakan kampus yang berdampak langsung kepada mahasiswa.
Ketua rombongan mahasiswa menyampaikan bahwa penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru 2025 mengalami perubahan komposisi yang dinilai tidak proporsional dan memberatkan ekonomi keluarga mahasiswa. Di sisi lain, meskipun kampus telah berstatus akreditasi unggul, jumlah penerimaan mahasiswa baru justru menurun hingga 600 orang setelah dua gelombang penerimaan mandiri.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti fasilitas kampus yang belum optimal, mulai dari sarana pengembangan minat bakat hingga ruang kelas yang masih banyak mengalami kendala, seperti air conditioner (AC) yang tidak berfungsi saat proses belajar mengajar berlangsung.
Namun, sorotan utama disampaikan pada pengadaan jaringan WiFi UINSU senilai Rp2,7 miliar untuk kapasitas 4000 Mbps selama satu tahun. Berdasarkan hasil survei DEMA-U bersama mahasiswa dan dosen, kualitas jaringan internet yang diterima jauh dari kata layak dan justru menghambat aktivitas perkuliahan berbasis digital.
Beberapa kementerian DEMA-U, menjelaskan bahwa nilai pengadaan tersebut dinilai tidak wajar dan menimbulkan dugaan adanya indikasi penyimpangan atau korupsi dalam proyek WiFi tersebut. DEMA-U juga menyebut hasil diskusi dengan beberapa tenaga teknis jaringan menguatkan asumsi bahwa anggaran sebesar itu terlalu tinggi untuk spesifikasi yang diterima saat ini.
Melalui pertemuan di Rumah Aspirasi Romo Centre, DEMA-U UINSU menyampaikan tuntutan yang menegaskan untuk Pimpinan UIN Sumatera Utara untuk segera di evaluasi dan di periksa terkait keluhan Wifi yang di duga terjadi penyelewengan dana dalam proses pengadaannya.
Sekretaris Umum DEMA-U, Ade Tegar Sianipar, menegaskan bahwa langkah ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan upaya moral mahasiswa dalam menjaga marwah kampus Islam negeri agar tetap profesional, bersih, dan berpihak kepada kepentingan akademik mahasiswa.
“Kami hanya ingin kampus ini menjadi lebih baik, lebih transparan, dan tidak ada lagi praktik pengelolaan anggaran yang menimbulkan kecurigaan publik dan jika memang ada tindakan pidana untuk segera dilakukan langkah hukum,” tegas Ade Tegar dalam keterangannya usai menyerahkan surat pengaduan.
Malalui Sekretaris Rumah Aspirasi Romo Centre menyampaikan komitmen untuk mengantarkan tuntutan ini sebagai jembatan dengan pemerintah pusat untuk menyampaikan aspirasi ini secara konstruktif.
"Kami mengapresiasi langkah DEMA-U UINSU yang datang dengan data dan kajian yang jelas. Aspirasi ini akan kami teruskan kepada pihak Kementerian Agama RI untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," Kata Muhammad Khalil Prasityo Selaku Sekretaris Rumah Aspirasi Romo center.
"Dan ini akan di kupas tuntas dan jika perlu akan diambil langkah hukum" Tambahnya
Mahasiswa menegaskan bahwa jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, mereka siap melakukan langkah-langkah lanjutan melalui mekanisme konstitusional dan advokasi publik.
Puluhan Wartawan Akan Gelar Aksi di Mapolda Sumut, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis
Puluhan Wartawan Akan Gelar Aksi di Mapolda Sumut, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis
MEDAN | Minggu, 12 Oktober 2025— Puluhan wartawan dari berbagai media di Sumatera Utara berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) di Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan.
Aksi solidaritas ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bentuk protes dan tuntutan terhadap dugaan lambannya penanganan kasus kekerasan terhadap jurnalis di lapangan.
Rencana aksi ini dipicu oleh peristiwa penganiayaan dan intimidasi terhadap dua wartawan, masing-masing Elin Syahputra dan Dedi Irawandi Lubis, pewarta dari Media 24 Jam dan Cetak 24 Jam.
Insiden tersebut terjadi saat keduanya meliput aksi unjuk rasa warga di depan perusahaan PT Universal Gloves, Jalan Pertahanan, Dusun I, Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin, 6 Oktober 2025.
Menurut informasi yang dihimpun, kedua wartawan tersebut mengalami kekerasan fisik dan upaya intimidasi oleh sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam pengamanan aksi. Rekaman dan foto-foto di lokasi kejadian memperlihatkan situasi sempat memanas antara aparat dan massa, hingga akhirnya berujung pada pemukulan terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugas peliputan.
Desakan kepada Polda Sumut
Para wartawan yang tergabung dalam sejumlah organisasi pers menilai bahwa tindakan kekerasan terhadap jurnalis merupakan **pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers**, terutama **Pasal 8 dan Pasal 18**, yang menegaskan:
> *“Dalam menjalankan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Barang siapa dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalis dapat diancam pidana paling lama dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp 500 juta.”*
Koordinator aksi, dalam keterangan persnya, menyebut bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk keprihatinan sekaligus peringatan moral kepada aparat penegak hukum agar tidak mengabaikan hak-hak jurnalis.
> “Kami menuntut agar Kapolda Sumatera Utara segera memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas para pelaku kekerasan terhadap wartawan. Ini bukan sekadar soal individu, tapi soal kebebasan pers dan hak publik atas informasi,” ujarnya.
---
### **Kronologi Singkat Kejadian**
Pada hari kejadian, sejumlah warga menggelar aksi protes di depan PT Universal Gloves untuk menuntut kejelasan hak-hak ketenagakerjaan. Saat massa mulai memanas, beberapa wartawan yang tengah meliput, termasuk Elin dan Dedi, mencoba mendokumentasikan situasi.
Namun, keduanya justru mendapat perlakuan kasar dan penganiayaan fisik oleh oknum yang belum diketahui pasti identitasnya.
> “Kami hanya menjalankan tugas jurnalistik, tapi tiba-tiba didorong, dipukul, bahkan kamera kami hampir dirampas,” ujar salah satu korban dalam pernyataannya.
Pasca kejadian, korban telah melaporkan peristiwa ini ke aparat kepolisian setempat, namun hingga kini proses hukum dinilai belum menunjukkan perkembangan berarti.
---
### **Seruan Solidaritas dan Kebebasan Pers**
Aksi solidaritas ini akan diikuti oleh berbagai organisasi media, baik cetak, online, maupun televisi lokal. Mereka menegaskan bahwa serangan terhadap jurnalis adalah **serangan terhadap kebebasan pers** yang dilindungi oleh konstitusi.
> “Kami berharap Kapolda Sumut dan Kapolri memberi atensi khusus agar kasus ini ditangani secara transparan dan profesional,” ujar salah satu pengurus organisasi wartawan di Medan.
Selain menuntut keadilan bagi korban, massa juga berencana menyerahkan **petisi terbuka** kepada Kapolda Sumut dan Dewan Pers agar turut mengawal penyelesaian kasus ini.
---
### **Landasan Hukum dan Tanggung Jawab Negara**
Selain UU Pers, kebebasan pers juga dijamin dalam **Pasal 28F UUD 1945**, yang menegaskan hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Negara wajib memberikan perlindungan kepada jurnalis sebagai pilar keempat demokrasi.
Pakar hukum dari Universitas Sumatera Utara menilai, kasus ini bisa dijerat bukan hanya dengan UU Pers, tetapi juga **KUHP Pasal 351 tentang penganiayaan** jika ditemukan unsur kekerasan fisik yang terbukti.
---
Melalui aksi damai di Mapolda Sumut, para wartawan berharap suara mereka menjadi pengingat bahwa kebebasan pers tidak boleh dibungkam dengan kekerasan.
Keadilan bagi jurnalis adalah keadilan bagi publik — karena di tangan pers, kebenaran dan demokrasi dijaga tetap hidup.
(TIM)
12 Okt 2025
Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Perluas Struktur ke Seluruh Indonesia,Menuju Ulang Tahun ke-6, GNI Siap Berkibar di Seluruh Wilayah NKRI
Medan, 12 Oktober 2025– Organisasi Generasi Negarawan Indonesia (GNI) terus menunjukkan perkembangan pesat dalam konsolidasi dan pembentukan struktur organisasi di berbagai daerah. Saat ini, GNI telah resmi terbentuk di Lima (5) provinsi, yakni DPW Jawa Timur, DPW Jawa Barat, DPW Sumatera Barat, DPW Sulawesi Selatan dan DPW Sumatera Utara.
Di Provinsi Sumatera Utara, kiprah GNI semakin mengakar dengan berdirinya Lima (5) Dewan Pimpinan Daerah (DPD), yaitu DPD Deli Serdang, DPD Kota Medan, DPD Labuhan Batu Selatan, dan DPD Tapanuli Selatan, DPD Kabupaten Asahan.
Ketua Umum DPP GNI, Rules. Gajah, S.Kom, menyampaikan bahwa pembentukan kepengurusan di berbagai wilayah ini menjadi langkah strategis menuju cita-cita besar GNI untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
“Generasi Negarawan Indonesia sudah hadir di Lima provinsi, dan di Sumatera Utara bahkan sudah berdiri Lima DPD. Ke depan, kami akan terus memperluas perwakilan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia,” ujar Rules Gajah saat memberikan keterangan di Kantor DPP GNI, Jalan Cempaka Raya No.96, Kota Medan, Minggu (12/10/2025).
Lebih lanjut, Ketum GNI menegaskan bahwa pihaknya menargetkan hingga tahun **2030**, seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia telah memiliki kepengurusan resmi GNI.
“Kami optimis, pada 2030 bendera kebesaran GNI sudah berkibar di seluruh wilayah NKRI. Ini bukan hanya ekspansi organisasi, tetapi panggilan pengabdian untuk melahirkan generasi negarawan sejati di seluruh penjuru negeri,” tambahnya.
Langkah konsolidasi nasional ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut **ulang tahun ke-6 GNI yang akan diperingati pada Januari 2026**. Dengan semangat kebangsaan dan komitmen terhadap nilai-nilai kenegarawanan, GNI bertekad menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap berkontribusi nyata bagi bangsa.
( TIM )





.png)
