Ramadhan

GNI

29 Nov 2025

GENERASI NEGARAWAN INDONESIA (GNI) : SERUAN PENYELAMATAN HUTAN SUMATERA – STOP PEMBALAKAN LIAR


GENERASI NEGARAWAN INDONESIA (GNI) : SERUAN PENYELAMATAN HUTAN SUMATERA – STOP PEMBALAKAN LIAR!




Nasional || GNI NEWS 

Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara kembali diguncang bencana alam yang menyebabkan korban dan kerugian besar bagi masyarakat. Derasnya hujan yang terjadi berhari-hari memicu banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah. Rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur rusak parah. Ribuan warga terpaksa mengungsi dan kehilangan mata pencaharian.




Generasi Negarawan Indonesia (GNI) menyampaikan keprihatinan mendalam dan doa bagi seluruh masyarakat terdampak di Aceh, Sumbar, dan Sumut. Kami turut mendorong semua pihak untuk bergerak cepat dalam penanganan darurat serta pemulihan bagi warga.





Namun lebih dari itu, GNI menilai kerusakan lingkungan yang sudah lama terjadi menjadi faktor pemicu semakin parahnya dampak bencana. Pembalakan liar, alih fungsi hutan yang tak terkendali, serta lemahnya pengawasan terhadap izin pemanfaatan kawasan hutan mengakibatkan daya serap tanah menurun drastis.







Hutan adalah benteng alam kita. Bila hutan dirusak, bencana akan terus datang.

Oleh karena itu, GNI menyampaikan seruan nasional:

  1. Stop pembalakan liar di seluruh kawasan hutan di Sumatera!

  2. Pemerintah pusat dan daerah diminta memperketat serta mengevaluasi seluruh izin lingkungan hidup.

  3. Perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak tegas dan izinnya dicabut sesuai regulasi.

  4. Kembalikan fungsi kawasan hutan melalui rehabilitasi dan reboisasi besar-besaran.

  5. Libatkan masyarakat adat dan lokal dalam pengawasan dan pengelolaan wilayah hutan.



Upaya penyelamatan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab semua elemen bangsa. Jika kelestarian hutan terus diabaikan, ancaman bencana akan selalu menghantui kehidupan generasi mendatang.



GNI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergerak bersama:
Jaga Hutan – Selamatkan Sumatera – Selamatkan Indonesia.



“Pray For Aceh, Sumbar, Sumut”
“Stop Perusakan Alam – Demi Masa Depan Bangsa”



Website: www.gninews.my.id
Kontak Media: Generasi Negarawan Indonesia



(Humas)

Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera Utara, 12 Kabupaten/Kota Terdampak – 34 Korban Jiwa, 52 Masih Hilang

Banjir dan Longsor Meluas di Sumatera Utara, 12 Kabupaten/Kota Terdampak – 34 Korban Jiwa, 52 Masih Hilang



GNI NEWS Sumatera Utara – Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Provinsi Sumatera Utara semakin meluas dan mengakibatkan dampak yang sangat serius bagi masyarakat. Hingga saat ini, sedikitnya 12 kabupaten/kota tercatat mengalami dampak langsung dari bencana hidrometeorologi tersebut.






Adapun daerah terdampak tersebar pada:
• Kabupaten Mandailing Natal (Madina)
• Kabupaten Nias Selatan (Nisel)
• Kabupaten Pakpak Bharat
• Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai)
• Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)
• Kabupaten Tapanuli Utara (Taput)
• Kabupaten Nias
• Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel)
• Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas)
• Kota Padangsidimpuan
• Kota Sibolga
• Kabupaten Langkat

Berdasarkan data terbaru yang diterima dari lapangan, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 34 orang, sementara 52 orang lainnya masih dalam pencarian. Sementara itu, pengungsi tercatat sebanyak 1.168 jiwa yang kini tersebar di sejumlah titik pengungsian darurat.

Selain korban jiwa, banjir dan longsor juga mengakibatkan kerusakan berat pada rumah warga, fasilitas umum, jaringan listrik dan telekomunikasi, serta mengganggu distribusi kebutuhan pokok masyarakat.


Seruan Aksi Cepat untuk Penanganan Darurat



Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, TNI–Polri, serta lembaga sosial diharapkan segera mengoptimalkan upaya evakuasi korban dan menyalurkan bantuan logistik secara merata ke lokasi-lokasi pengungsian.



Kebutuhan mendesak yang dibutuhkan meliputi:


• Makanan siap saji dan air bersih
• Obat-obatan dan layanan kesehatan
• Perlengkapan bayi dan keluarga rentan
• Penerangan serta alat komunikasi
• Selimut dan tenda pengungsian


Generasi Negarawan Indonesia Sampaikan Duka Mendalam

Atas musibah yang terjadi, Generasi Negarawan indonesia menyampaikan bela sungkawa dan empati mendalam kepada seluruh keluarga korban dan masyarakat terdampak.



“Kami berdoa semoga para korban yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, dan korban yang hilang segera ditemukan dengan kondisi selamat.


Semoga bencana ini segera berakhir, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.”



Sebagai lembaga kemanusiaan, Generasi Negarawan Indonesia siap mendampingi dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Jika Anda atau keluarga terdampak bencana, silakan segera menghubungi tim Dermawan Indonesia agar dapat diberikan bantuan secepatnya.


(Humas)

27 Nov 2025

Medan Dilanda Banjir Hebat, Aktivitas Warga Terganggu


Medan Dilanda Banjir Hebat, Aktivitas Warga Terganggu




GNINEWS– Medan

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) hingga Kamis (27/11/2025) menyebabkan sejumlah wilayah di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu terendam banjir hebat.



Air yang tak kunjung surut mengakibatkan luapan di berbagai pemukiman padat penduduk dan ruas-ruas jalan utama. Dampaknya, banyak rumah warga terendam hingga sebatas paha hingga sepinggang orang dewasa. Aktivitas masyarakat terganggu dan kerugian material mulai dirasakan.



Di kawasan Kampung Lalang, kendaraan kecil hingga sepeda motor tidak dapat melintas akibat tingginya genangan. Beberapa pengendara yang memaksa menerobos banjir akhirnya mengalami mogok di tengah jalan sehingga menambah kemacetan dan risiko keselamatan.

Sementara itu, kebijakan pembukaan jalur sepeda motor di Gerbang Tol Semayang** sempat diberlakukan secara terbatas. Petugas yang ditemui Media GNI News menjelaskan bahwa akses tersebut hanya dibuka dua kali pada pagi hari, yakni pukul 07.30 WIB dan 08.30 WIB.













“Siang dan sore ditutup kembali karena daerah Helvetia juga banjir, begitu juga beberapa titik di Kota Medan,” ujar salah satu petugas penjaga tol.



Ia juga menambahkan bahwa beberapa pengendara yang sudah terlanjur masuk tol akhirnya meminta bantuan untuk putar balik ke Gerbang Tol Semayang akibat banjir yang makin tinggi di beberapa ruas kota.



 “Penutupan ini adalah instruksi atasan demi keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.





Warga di kawasan terdampak kini hanya bisa berharap air segera surut agar mereka dapat kembali bekerja dan beraktivitas normal. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat mengatasi banjir serta melakukan langkah antisipatif agar musibah serupa tidak kembali terulang.

Redaksi | Muliono
GNI NEWS

-


Empat wilayah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yang meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada hari Senin


Empat wilayah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yang meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana akibat cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada hari Senin (24/11) dan Selasa (25/11). Selain korban jiwa, peristiwa ini juga mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.



Hasil laporan sementara yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/11), pukul 07.00 WIB, dari Kabupaten Sibolga, cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.



Wilayah yang terdampak banjir ini meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara, Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru di Kecamatan Sibolga Kota.



Dari laporan visual, banjir mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus air itu juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.

Sementara untuk tanah longsor, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara. Berikutnya Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Selanjutnya Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.

Dari bencana ini, satu warga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan oleh tim kesehatan. Kerugian material untuk sementara mencakup 3 unit rumah terdampak termasuk 1 ruko. Beberapa akses jalan juga terdampak sehingga mengganggu mobilisiasi warga.

Dari wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.

Hasil kaji cepat sementara, dua bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan yang meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan dan Angkola Muaratais.

BPBD Tapanuli Selatan bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah akses jalan warga.

Sementara itu, sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. BPBD dan tim gabungan melakukan pendataan dan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan-Silantom sebagai akses jalan sementara.

Beralih ke wilayah Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori.

BPBD Tapanuli Tengah dan tim gabungan mendirikan tenda pengungsi serta mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak.

Seluruh pendataan seperti jumlah warga dan wilayah terdampak bersifat sementara. Data masih berpotensi mengalami perkembangan sesuai dari hasil kaji cepat lanjutan di lapangan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone  Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan dua sistem cuaca signifikan yang memicu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Utara pada 25 November 2025, yakni Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka. 

Kedua sistem ini memengaruhi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatera bagian utara.

Bibit Siklon 95B memengaruhi pembentukan awan konvektif yang meluas di atas Aceh hingga Sumatera Utara sehingga menyebabkan meningkatnya curah hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah (inflow) ke pusat siklon meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatera Utara, sehingga memperkuat hujan lebat di wilayah terkait. 

BMKG merilis potensi dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan pada periode 25 November 2025, pukul 19.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 19.00 WIB.

Bibit Siklon 95B berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara. 

Kondisi ini juga berdampak pada gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di Selat Malaka bagian utara dan sejumlah perairan di Riau, serta gelombang 2,5–4,0 meter di Selat Malaka bagian tengah, perairan timur Sumatra Utara, dan Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sangihe–Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku, perairan Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Maluku–Papua. 

BNPB terus memonitor perkembangan situasi di wilayah Tapanuli Raya serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat. 

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala dan mengikuti instruksi resmi dari petugas di lapangan. Bagi warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat mengguyur wilayah tempat tinggal lebih dari satu jam. 

#InfoBencanaBNPB #Banjir #TanahLongsor #TapanuliTengah #TapanuliSelatan #TapanuliUtara #Sibolga #SumatraUtara

STOP!!🤚 Penggundulan hutan di PULAU NIAS kalau tidak mau menjadi bencana ‼️

STOP!!🤚 Penggundulan hutan di PULAU NIAS kalau tidak mau menjadi bencana ‼️




Penyebab utama banjir dan tanah longsor dapat dikategorikan menjadi dua faktor besar: faktor alam dan faktor aktivitas manusia. 



Faktor Alam

Faktor alam sering kali menjadi pemicu awal, terutama terkait kondisi cuaca dan geologis suatu wilayah.

Curah Hujan Tinggi: Ini adalah penyebab paling umum dari kedua bencana tersebut. Hujan dengan intensitas tinggi dalam jangka waktu lama menyebabkan tanah jenuh air, melebihi kapasitas penyerapan tanah dan daya tampung saluran air atau sungai, yang berujung pada banjir dan longsor.

Kondisi Geografis: Wilayah yang berada pada lereng curam atau perbukitan memiliki risiko longsor yang lebih tinggi karena ketidakstabilan tanahnya.
Erosi Tanah: Erosi yang terus menerus dapat mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air, meninggalkan batuan, dan membuat struktur tanah menjadi tidak stabil.

Perubahan Iklim: Perubahan iklim menyebabkan pola cuaca ekstrem menjadi lebih sering terjadi, termasuk hujan deras dan badai yang meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. 

Faktor Aktivitas Manusia

Aktivitas manusia sering kali memperburuk dampak dari faktor alam dan bahkan dapat menjadi penyebab langsung bencana. 

Penggundulan Hutan (Deforestasi): Penebangan hutan, baik untuk pemukiman, pertanian, atau penambangan liar, menghilangkan tutupan lahan dan akar tanaman yang berfungsi sebagai penyerap dan penahan air. Akibatnya, air hujan langsung mengalir ke permukaan (limpasan permukaan) dan menyebabkan erosi, banjir, serta longsor.

Tata Kelola Lahan yang Buruk: Pengupasan lahan untuk pemukiman, kawasan niaga, dan perkantoran mengurangi area resapan air alami. Hal ini meningkatkan volume air yang mengalir ke sistem drainase dan sungai.

Pembuangan Sampah Sembarangan: Sampah yang menumpuk di aliran sungai atau saluran drainase dapat menyumbat aliran air, menyebabkan air meluap dan memicu banjir.
Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS): Kerusakan ekologi di DAS, dari hulu hingga hilir, berdampak besar pada kapasitas sungai untuk mengalirkan air, menyebabkan banjir.

Penurunan Permukaan Tanah (Land Subsidence): Di beberapa daerah, pengambilan air tanah yang berlebihan dapat mempercepat penurunan permukaan tanah, membuat wilayah tersebut lebih rentan terhadap genangan air.
Pembangunan di Bantaran Sungai: Mendirikan bangunan di sepanjang bantaran sungai mempersempit aliran air dan menghambat jalannya air saat terjadi peningkatan debit. 

#savepulaunias
#nias
#stoppengundulanhutan

PRAY FOR TAPANULI – SUMUT : Tutup TPL – Selamatkan Bona Pasogit Bencana Banjir dan Longsor Harus Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

PRAY FOR TAPANULI – SUMUT

Tutup TPL – Selamatkan Bona Pasogit

Bencana Banjir dan Longsor Harus Ditetapkan sebagai Bencana Nasional





Tapanuli, Sumatera Utara – 26 November 2025




Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Raya—meliputi Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal dan wilayah Nias—telah menimbulkan kerusakan besar baik pada pemukiman, infrastruktur, maupun lingkungan hidup. Ribuan kepala keluarga terdampak, ribuan rumah rusak, fasilitas umum lumpuh, dan akses transportasi terputus di berbagai daerah.




Organisasi Generasi Negarawan Indonesia (GNI) bersama unsur masyarakat adat menilai, tragedi ini bukan hanya disebabkan curah hujan ekstrem, tetapi juga akibat rusaknya ekosistem hutan yang menjadi pelindung kawasan pegunungan Tapanuli. Kerusakan hutan yang masif, khususnya di kawasan konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL), telah memicu erosi dan memperparah banjir bandang yang terjadi berulang-ulang.







“TUTUP TPL, SELAMATKAN BONA PASOGIT!” menjadi seruan utama masyarakat adat Batak dan berbagai komunitas pemerhati lingkungan hidup yang menuntut dihentikannya operasi industri yang dianggap mengancam Tanah Ulayat mereka.




Tuntutan Masyarakat Adat dan Pemerhati Lingkungan

  1. Cabut izin operasi TPL dan hentikan seluruh aktivitas yang merusak ekosistem hutan Tapanuli.

  2. Pengakuan dan perlindungan atas Hak Tanah Ulayat, sebagaimana diamanatkan dalam UUPA 1960, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU 32/2009), dan Putusan Mahkamah Konstitusi soal hutan adat bukan lagi hutan negara.

  3. Penegakan hukum terhadap korporasi maupun pihak yang diduga melakukan kejahatan ekologis.

  4. Pemerintah Pusat menetapkan status Bencana Nasional guna mempercepat penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.

  5. Pemulihan dan konservasi kawasan hutan strategis, termasuk wilayah habitat Orangutan Tapanuli yang kini terancam punah.




Suara dari Generasi Negarawan Indonesia



Rules Gajah, S.Kom
Ketua Umum DPP GNI / CEO Media GNI Grup.




menyampaikan keprihatinan mendalam dan dukungan penuh kepada seluruh masyarakat Tapanuli-Sumut yang sedang berjuang melalui duka dan kehilangan.



“Kami menyerukan doa dan kepedulian seluruh rakyat Indonesia untuk saudara-saudara kita di Tapanuli-Sumut. Negara harus hadir untuk melindungi rakyatnya, bukan melindungi kepentingan korporasi perusak lingkungan. Tutup TPL dan pulihkan tanah adat kami, Bona Pasogit harus diselamatkan!”


GNI juga menggerakkan relawan serta bantuan kemanusiaan untuk membantu warga terdampak, sembari mengawal ketat kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana dan pemulihan lingkungan.









Bencana di Tapanuli bukan sekadar musibah alam, melainkan peringatan keras bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai titik kritis. Kolaborasi masyarakat adat, pemerintah, dan lembaga sipil menjadi kunci penyelamatan generasi masa depan Tapanuli.



#PrayForTapanuli #TutupTPL #SelamatkanBonaPasogit #BencanaNasional #GNI



(Humas)

26 Nov 2025

Bandara IMIP Morowali Jadi Sorotan: Disebut Beroperasi Tanpa Pengawasan Negara

Bandara IMIP Morowali Jadi Sorotan: Disebut Beroperasi Tanpa Pengawasan Negara





Morowali —Keberadaan bandara di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali memicu kehebohan publik setelah muncul dugaan bahwa fasilitas tersebut beroperasi tanpa pengawasan penuh dari negara. Isu ini mencuat setelah kunjungan militer dalam rangka latihan di kawasan industri nikel terbesar di Indonesia tersebut.












Bandara IMIP yang selama ini digunakan untuk mendukung logistik industri dituding tidak memiliki otoritas negara yang semestinya, seperti Bea Cukai, Imigrasi, maupun AirNav Indonesia, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi celah pengawasan terhadap pergerakan orang dan barang.






Isu ini semakin memanas setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pernyataan tegas:



“Tidak boleh ada negara di dalam negara.”
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin



Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian nasional karena menyinggung aspek kedaulatan negara di wilayah industri yang sangat strategis.

---

Bagaimana Status Resminya?

Berdasarkan data resmi Kementerian Perhubungan, bandara IMIP bukan bandara umum, melainkan bandara khusus milik swasta. Bandara tersebut tercatat memiliki kode ICAO WAMP dan IATA MWS. Fasilitas ini legal sebagai infrastruktur privat yang melayani operasional internal perusahaan maupun aktivitas domestik kawasan industri.



Dengan status tersebut, bandara tidak diwajibkan memiliki pos Bea Cukai maupun Imigrasi selama tidak melayani penerbangan internasional dan tidak digunakan untuk penerbangan sipil umum.



Namun, polemik muncul karena lalu-lintas pesawat yang digunakan dinilai setara bandara publik, termasuk penggunaan pesawat berbadan besar, sehingga publik mempertanyakan sejauh mana pemerintah memang melakukan pengawasan aktif di lokasi tersebut.



Kekhawatiran Keamanan dan Kedaulatan.


Sejumlah pihak menilai pengawasan negara seharusnya lebih ketat, mengingat kawasan IMIP merupakan pusat industri nikel yang sangat penting terhadap rantai pasok nasional hingga global.




Sorotan publik terutama terkait:



| Isu | Potensi Dampak |
| --------------------------------------- | ------------------------------------------------- |
| Tidak adanya otoritas negara di bandara | Kerawanan keamanan & kedaulatan |
| Potensi pergerakan pekerja asing | Dugaan pelanggaran keimigrasian |
| Distribusi barang tanpa bea cukai | Risiko penyelundupan & kerugian negara |
| Minim transparansi data penerbangan | Hilangnya kontrol negara atas fasilitas strategis |



Politisi maupun lembaga pengawas mendesak penjelasan dari pemerintah pusat, termasuk Panglima TNI, Kapolri, serta Menteri Perhubungan, mengenai status operasional bandara dan pengawasan negara yang selama ini dilakukan.



Tuntutan: Negara Harus Hadir



Desakan publik kini mengarah pada langkah-langkah konkret sebagai berikut:


* Penegasan otoritas negara di fasilitas penerbangan strategis

* Evaluasi ulang legalitas operasional dan standar keselamatan bandara

* Transparansi aktivitas penerbangan, termasuk terkait pekerja asing

* Peningkatan peran Bea Cukai, Imigrasi, serta navigasi penerbangan



Para pemerhati industri menilai pemerintah harus memastikan seluruh fasilitas di wilayah Republik Indonesia — tanpa kecuali — tunduk penuh pada hukum negara.



 “Pengawasan negara dipertanyakan.” Direktur P3S mengenai isu Bandara IMIP






Polemik Bandara IMIP bukan sekadar soal legalitas administratif bandara khusus, tetapi menyangkut **isu sensitif tentang kedaulatan** dan **pengawasan negara** atas fasilitas swasta di wilayah industri strategis.

Publik kini menunggu langkah resmi pemerintah, yang diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan keamanan demi tegaknya kedaulatan dan kepentingan nasional di Morowali.
( TIM) 

---

BOLAS HATORANGAN HASIBUAN PUTERA ASLI DAERAH PADANG LAWAS UTARA MENGAPRESIASI PT. AGRINAS PALMA NUSANTARA ( PERSERO )

BOLAS HATORANGAN HASIBUAN PUTERA ASLI DAERAH PADANG LAWAS UTARA MENGAPRESIASI PT. AGRINAS PALMA NUSANTARA ( PERSERO )







Bolas Hatorangan Hasibuan Putera Asli Daerah Padang Lawas Utara, kelahiran ujung batu ini mengapresiasi PT. Agrinas Palma Nusantara ( Persero ) terkait Penyaluran hasil plasma PT. Agrinas Palma Nusantara ( Persero ) kepada warga Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.


Koperasi BAN ( Barumun Agro Nusantara ) sebagai penyalur menjadi Sumber Harapan Masyarakat Huristak, Simangambat dan ujung batu, bagaimana tidak penyaluran yang dilakukan oleh Koperasi BAN ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun, penyaluran yang dilakukan langsung kerekening penerima manfaat sehingga memastikan mekanisme tepat sasaran. 












'' Syukur Alhamdulilah Masyarakat Padang Lawas dan Padang Lawas Utara sudah menerima hasil plasma, semoga menjadi keberkahan ditengah situasi ekonomi yang tidak baik, sehingga masyarakat  memanfaatkan dana hasil plasma untuk keberlangsungan hidup, bagaimana tidak masyarakat padang lawas dan padang lawas utara banyak menggantungkan hidup pada kebun kelapa sawit, masyarakat padang lawas dan padang lawas utara merasakan program ini sebagai sumber harapan baru, semoga nian kerjasama ini terus berlanjut dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ujar Bolas Hatorangan Hasibuan. 



Kesejahteraan Petani Kebun Sawit di padang lawas dan padang lawas utara diharapkan dapat meningkat karena kerjasama Koperasi Barumun Agro Nusantara ( BAN ) dengan PT. Agrinas Palma Nusantara yang dipimpin oleh Usman Hasibuan beserta seluruh pengurus Koperasi BAN. 

Putera Asli Daerah Padang Lawas Utara itu menilai pola penyaluran Transparan menjadi faktor utama yang menumbuhkan kembali optimisme masyarakat dan sangat pantas di apresiasi. 


Ini bukti bahwa keterlibatan  PT. Agrinas Palma Nusantara ( Persero ),  Koperasi Barumun Agro Nusantara ( BAN ) dan pemerintah dapat menciptakan keadilan nyata ditengah-tengah masyarakat. Sesuai dengan sila kelima pancasila Yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,  Sila ini mengandung makna bahwa bangsa Indonesia harus menjalankan keadilan sosial dan memastikan bahwa semua warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan.( TIM)

SATGAS INTI GNI BUKA DONASI PEDULI BENCANA SIBOLGA–TAPTENG–TAPSEL



SATGAS INTI GNI BUKA DONASI PEDULI BENCANA SIBOLGA–TAPTENG–TAPSEL








Sumatera Utara, 25 November 2025.

Pimpinan Wilayah Satgas Inti Generasi Negarawan Indonesia (GNI) resmi mengumumkan pembukaan donasi kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sibolga, Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Selatan (Tapsel).




Bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir telah menyebabkan kerusakan parah pada pemukiman warga, akses jalan, fasilitas umum, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah sungai meluap, menghantam rumah-rumah dan merendam desa-desa di tiga kabupaten/kota tersebut.








Dalam menyikapi kondisi ini, Satgas Inti GNI di bawah kepemimpinan:

Muhammad Mas’ud Silalahi – Ketua Satgas Inti, dan

Fahmi Husaini Lubis – Sekretaris Satgas Inti,

mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membantu para korban yang membutuhkan dukungan segera. Kedua pimpinan Satgas Inti tersebut menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat saat bencana melanda.





“Kami mengajak masyarakat, lembaga, komunitas, dan para dermawan untuk ikut serta dalam gerakan solidaritas ini. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang menghadapi bencana," ujar Ketua Satgas Inti, Muhammad Mas’ud Silalahi.






Satgas Inti GNI turut bekerja sama dengan sejumlah lembaga dan komunitas yang peduli, sebagaimana terlihat dalam poster resmi pembukaan donasi. Bantuan yang dihimpun nantinya akan disalurkan dalam bentuk paket kebutuhan pokok, selimut, air bersih, obat-obatan, serta dukungan darurat lainnya yang sangat dibutuhkan korban banjir dan longsor.



Informasi Donasi

Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi berikut:

Bank BSI
  7188620935
  a.n. Fahmi Husaini Lubis

Bank Mandiri
  1070023378633
  a.n. Fahmi Husaini Lubis

Konfirmasi Donasi: 0823-7416-4720

Batas waktu pengumpulan donasi ditetapkan pada 25–30 November 2025.

Satgas Inti Generasi Negarawan Indonesia menyampaikan terima kasih atas kepedulian seluruh masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban bencana serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

(Humas)

25 Nov 2025

DPP GNI Serukan Pemerintah Sumut Tanggap Darurat Bencana di Daerah Yang Terdampak Bencana

DPP GNI Serukan Pemerintah Sumut Tanggap Darurat Bencana di Daerah Yang Terdampak Bencana 




Medan,25 Nov 2025.


Selain melanda Kabupaten Tapanuli Tengah,Kota Sibolga,Kabupaten Tapanuli Selatan ternyata empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) juga terendam banjir.Bahkan ketinggian air ada yang mencapai 4 meter.





"Ketinggian banjir kurang lebih 4 meter, di empat desa di Kabupaten Mandailing Natal," kata Kepala Desa Hutarimbaru, Mhd Imra Irawan Lubis kepada awak media, Selasa (25/11/2025).









Adapun desa yang terendam banjir adalah Desa Hutarimbaru, Desa Lubuk Kapundung l, Desa Lubuk Kapundung ll, dan Desa Ranto Panjang. 



Banjir ini sudah berlangsung sejak Sabtu, 22 November 2025, dan volume air terus mengalami kenaikan.

"Dari hari Sabtu sampai sekarang ini (banjirnya),"ujarnya lagi.


Imra menjelaskan Desa Hutarimbaru menjadi lokasi dengan ketinggian air paling tinggi dibanding tiga desa lainnya dan banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang 2025. 

Sekitar 1.200 keluarga terpaksa mengungsi ke desa tetangga akibat banjir ini.

"Tapi yang paling parah itu (Desa) Hutarimbaru paling parah, 4-5 meter," ujarnya.



Banjir Tapanuli Selatan

Sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan,banjir bandang juga menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), hari ini. Ketinggian air bahkan mencapai atap rumah.



Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Selasa (25/11/2025), terlihat banjir bandang menerjang Pasar Hutagodang. Material kayu terlihat terbawa hanyut.


Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu dan BPBD Sumut belum merespons soal banjir ini saat dihubungi wartawan.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengaku sudah mendapat laporan soal adanya sejumlah daerah diterjang banjir dan longsor. Termasuk salah satunya di Tapsel.


"Sudah mendapat laporan tadi, ada sejumlah daerah, salah satunya Tapsel," kata Bobby Nasution media di Kabupaten Batu Bara.



Segera Tanggap Darurat








Menanggapi bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda 3 kabupaten dan 1 kotamadya di Sumatera Utara,Ketua Umum DPP GNI Ruless Gaja S.Kom mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengumumkan tanggap darurat.



"Selain itu harus dilakukan evakuasi secepatnya terhadap korban yang saat ini sangat membutuhkan pertolongan.Apalagi banyak wilayah yang terisolir akibat sarana tertutup longsor," kata Ruless kepada awak media,Selasa (25/11/2025).



Selain itu, Rules juga mendesak instansi terkait tidak menutup mata terhadap aksi pembalakan liar yang selama ini merajalela di kawasan hutan Bukit Barisan.



"Salah satu penyebab longsor dan banjir bandang tidak terlepas aksi penggundulan hutan di kawasan tersebut yang selama terkesan dibiarkan oleh aparat penegak hukum,tegasnya.(***)


Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali diterpa gelombang isu negatif setelah munculnya dugaan tindak pidana pemerasan "Jeruk makan Jeruk"

Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali diterpa gelombang isu negatif setelah munculnya dugaan tindak pidana pemerasan "Jeruk makan Jeruk"





Medan, 25 November 2025.

Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali diterpa gelombang isu negatif setelah munculnya dugaan tindak pidana pemerasan yang disampaikan melalui unggahan akun *TikTok @tan_jhonson88*. Isi unggahan tersebut, yang disebut sebagai curahan hati seorang personel Polri, menjadi viral dan mengundang perhatian luas masyarakat Sumatera Utara.






Unggahan itu menuduh adanya praktik pemerasan di lingkungan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, yang diduga melibatkan Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol. Julihan Muntaha, Kompol AC, serta beberapa personel lain. Tuduhan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi publik yang intens, terutama di tengah dorongan besar masyarakat agar Reformasi Polri segera dilakukan secara menyeluruh, terlebih setelah Kapolri membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri yang dipimpin Prof. Jimly Asshiddiqie.



LBH Medan: Tuduhan Ini Tidak Bisa Dianggap Remeh


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menilai rangkaian tuduhan tersebut merupakan hal yang sangat serius dan perlu ditindaklanjuti secara cepat, transparan, serta akuntabel, baik melalui proses etik maupun pidana. LBH Medan menegaskan bahwa Propam seharusnya menjadi “benteng etik” yang menjaga integritas internal Polri, bukan justru menjadi pihak yang diduga melakukan penyimpangan.




LBH Medan juga menyoroti bahwa fenomena “jeruk makan jeruk”, yakni pelanggaran yang dilakukan sesama anggota Polri, bukan lagi hal asing. Publik masih mengingat berbagai dugaan kasus seperti permintaan uang pelicin oleh oknum provos dalam penanganan kasus pertanahan, hingga isu jual beli jabatan dan percaloan dalam rekrutmen anggota Polri.



Rincian Dugaan Pemerasan



Dalam narasi yang beredar, sejumlah personel Polri di Polda Sumut diduga menjadi korban pemerasan, mulai dari skala puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Salah satu tuduhan yang mencuat adalah permintaan sekitar Rp10.000.000 kepada peserta Sespimmen untuk memperoleh Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) yang diterbitkan Propam Polri.



Selain itu, terdapat pula tuduhan bahwa beberapa oknum anggota Propam melakukan kegiatan tidak patut seperti pesta di tempat hiburan malam dan mengonsumsi minuman keras. Informasi-informasi tersebut kini menjadi pembahasan serius publik dan menambah tekanan terhadap institusi Polri di Sumatera Utara.



Sikap dan Desakan LBH Medan



Menyikapi kondisi tersebut, LBH Medan menyatakan bahwa dugaan yang berkembang bukan sekadar isu kosong, sehingga Kapolri harus mengambil langkah tegas demi menjaga marwah institusi Polri.

LBH Medan Mendesak Kapolri untuk:



1. Mencopot Kabid Propam Polda Sumut serta memerintahkan Kadiv Propam dan Kabareskrim untuk memeriksa yang bersangkutan secara etik dan pidana.

2. Melakukan bersih-bersih internal terhadap personel Propam Polda Sumut yang diduga terlibat.

3. Mengevaluasi seluruh penanganan kasus etik di Propam Polda Sumut yang dinilai berpotensi bermasalah.

4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kapolda Sumut sebagai wujud komitmen reformasi Polri.

LBH Medan juga mengingatkan bahwa dugaan pemerasan tersebut berpotensi melanggar prinsip-prinsip konstitusi, Undang-Undang HAM, ICCPR, serta Kode Etik Profesi Polri sebagaimana diatur dalam Perpol No. 7 Tahun 2022.



Ketum DPP GNI: Reformasi Polri Harus Menyeluruh dan Segera Dilakukan





Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (GNI), Rules Gaja, S.Kom, turut angkat bicara menanggapi perkembangan situasi tersebut.



Dalam pernyataannya di Medan, 25 November 2025, ia menegaskan bahwa dugaan kasus seperti ini menunjukkan urgensi percepatan reformasi di tubuh Polri.



“Reformasi Polri harus dilakukan secara total, menyeluruh, dan tidak boleh berhenti hanya pada wacana. Kejadian yang mencuat di Polda Sumut ini harus menjadi alarm keras bagi Kapolri untuk mengambil tindakan tegas di seluruh Indonesia,” tegasnya.



Ia menilai bahwa jika isu semacam ini terus terjadi, kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin tergerus. Karena itu, GNI meminta agar proses pemeriksaan dilakukan secara terbuka, profesional, dan tidak pandang bulu.





Gelombang kritik dari LBH Medan, GNI, serta masyarakat luas kembali menempatkan Polri di bawah sorotan tajam. Dugaan pemerasan yang melibatkan pejabat struktural Propam Polda Sumut ini diyakini dapat menjadi momentum penting bagi Kapolri untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap agenda Reformasi Polri.



Publik kini menunggu langkah resmi Kepolisian untuk menuntaskan persoalan ini secara transparan dan menegakkan keadilan tanpa kompromi.
(TIM)


16 Nov 2025

HUT ke-3 Media Boaboa.id / BBTV Berbagi Kasih di Panti Asuhan Natasya Liora Kasih Indonesia


HUT ke-3 Media Boaboa.id / BBTV Berbagi Kasih di Panti Asuhan Natasya Liora Kasih Indonesia






Medan, 16 November 2025 – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Media Boaboa.id / BBTV berlangsung penuh sukacita dan kepedulian sosial. Syukuran yang digelar secara sederhana namun hangat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Natasya Liora Kasih Indonesia, Jalan Taud No. 50 Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung.




Acara diawali dengan ibadah dan kotbah yang dibawakan oleh Pendeta Mandrofa, mengangkat pesan moral agar setiap orang senantiasa mengingat pentingnya membantu mereka yang membutuhkan, terutama anak-anak panti asuhan.




Perayaan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya:

1. Wakapolsek Medan Tembung, AKP Kaston Rudi Samosir, SH, MH (mewakili Kapolsek).



2. Perwakilan Kecamatan Medan Tembung.

3. Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, Franky Gultom.

4. Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.



Pimpinan Redaksi Boaboa.id/BBTV: Hadir Lebih Dekat dan Adaptif terhadap Teknologi


Dalam sambutannya, Pimpinan Redaksi Boaboa.id/BBTV, Marolop Sihotang**, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung kegiatan sosial ini.



“Momentum HUT ke-3 ini adalah saat yang tepat untuk semakin mendekatkan diri dengan sesama, mitra media, dan seluruh elemen masyarakat. Media Boaboa.id / BBTV berkomitmen hadir lebih baik, tetap teguh pada prinsip jurnalistik, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,”* ujarnya.



Tahun ini, peringatan HUT mengangkat tema:

“Boaboa.id / BBTV Hadir Lebih Dekat”


dengan subtema:

Perkembangan Teknologi Akan Memimpin Gelombang Baru dalam Media.”




Sinergi Media, Pemerintah, dan Pendidikan

Wakapolsek Medan Tembung AKP Kaston Rudi Samosir menegaskan komitmen kepolisian untuk menjadi mitra yang baik bagi masyarakat dan insan pers.



“Kepolisian akan selalu hadir untuk masyarakat dan menjaga sinergi dengan media. Media adalah mitra strategis dalam penyampaian informasi,” ucapnya.



Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Medan, Franky Gultom, juga menekankan pentingnya peran media yang berfungsi memberikan informasi edukatif bagi generasi muda penerus bangsa.



Keceriaan Anak Panti dan Penyerahan Bantuan Kasih

Acara juga dimeriahkan dengan kuis berhadiah serta permainan seru yang diikuti anak-anak panti asuhan. Suasana penuh canda dan tawa membuat perayaan semakin bermakna.

Di penghujung acara, Pimpinan Redaksi Boaboa.id / BBTV menyerahkan bantuan kasih berupa:

* Paket sembako
* Bingkisan untuk anak-anak
* Santunan amplop

Penyerahan dilakukan bersama tokoh masyarakat, pendeta Mandrofa, serta perwakilan media yang hadir.

Pihak Panti Asuhan, melalui Samali, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Boaboa.id / BBTV.

---

Ucapan Selamat dari Pimpinan Redaksi GNI Group





Pimpinan Redaksi GNI Group www.gninews.my.id, Rules Gaja, S.Kom, turut memberikan ucapan selamat:



“Selamat dan sukses HUT ke-3 untuk Boaboa.id / BBTV. Semoga semakin solid dan sukses dalam pemberitaan ke depan. Tetap junjung UU Pers dan keterbukaan informasi publik.”






Boaboa.id / BBTV merupakan media yang berkembang pesat dengan komitmen menghadirkan informasi yang berimbang, edukatif, dan dekat dengan masyarakat, serta beradaptasi pada ekosistem media digital.

(TIM)

14 Nov 2025

MK Tegaskan: Polisi yang Duduki Jabatan Sipil Wajib Pensiun dari Dinas Kepolisian



MK Tegaskan: Polisi yang Duduki Jabatan Sipil Wajib Pensiun dari Dinas Kepolisian






Jakarta — Mahkamah Konstitusi (MK) resmi mengeluarkan putusan penting yang mengubah secara signifikan tata kelola penugasan anggota Kepolisian Republik Indonesia di jabatan sipil. Melalui Putusan Nomor 114/PUU-XXIII/2025, MK menegaskan bahwa setiap anggota Polri yang ingin menduduki jabatan sipil wajib pensiun atau mengakhiri status keanggotaannya dari dinas Kepolisian.



Putusan ini menghapus celah hukum yang selama ini memungkinkan polisi aktif menjabat posisi sipil tanpa melepas status keanggotaannya, seperti melalui mekanisme “penugasan dari Kapolri”. Praktik tersebut telah lama menuai kritik karena dianggap berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mengganggu profesionalisme institusi kepolisian.



Dalam amar putusannya, Ketua MK Suhartoyo menyampaikan:




“Menyatakan frasa ‘atau tidak berdasarkan penugasan dari Kapolri’ dalam Penjelasan Pasal 28 ayat (3) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.”*

Putusan tersebut dibacakan dalam Sidang Pleno MK di Jakarta pada Kamis (13/11).



Makna Penting Putusan MK



Dengan tidak lagi berlakunya frasa tersebut, maka:

1. Tidak ada lagi dasar hukum bagi anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan sipil hanya dengan modal “surat penugasan”.


2. Anggota Polri yang berkeinginan masuk ke jabatan sipil, baik di kementerian, lembaga negara, BUMN/BUMD, maupun institusi pemerintahan lainnya, **harus mengundurkan diri atau pensiun dari dinas kepolisian.


3. Putusan ini mempertegas prinsip netralitas, profesionalitas, serta pemisahan fungsi sipil dan kepolisian sebagaimana spirit reformasi sektor keamanan.



Dampak terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Keputusan MK ini dipandang sebagai langkah maju untuk:

* Mencegah penumpukan kekuasaan pada individu tertentu.

* Menutup peluang rangkap jabatan yang kerap menimbulkan kritik publik.

* Memberi ruang yang lebih luas bagi para profesional sipil serta putra-putri bangsa lainnya untuk berkompetisi secara adil di jabatan publik.

Dengan putusan ini, MK seolah menegaskan bahwa lembaga-lembaga negara harus dijalankan oleh aparatur yang fokus pada bidang tugasnya tanpa rangkap kewenangan. Reformasi struktural di tubuh Polri dan institusi pemerintahan pun diharapkan berjalan semakin sesuai aturan.

(TIM)

11 Nov 2025

DPD GNI NIAS UTARA PERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2025



DPD GNI NIAS UTARA PERINGATI HARI PAHLAWAN 10 NOVEMBER 2025







Nias Utara, 10 November 2025 — Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (DPD GNI) Kabupaten Nias Utara memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 dengan penuh semangat kebangsaan. Ketua DPD GNI Nias Utara, Ongky Prasetia Hulu,S.Kom.,M.M, menyampaikan bahwa momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bagi seluruh generasi muda agar terus meneladani nilai perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa.





 “Pahlawan tak pernah mati, ia hidup dalam jiwa yang berbakti,” ujarnya dalam pernyataannya.



Menurut Ongky, semangat kepahlawanan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti mengabdi kepada masyarakat, menjunjung tinggi nilai persatuan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah serta bangsa.






Peringatan Hari Pahlawan tahun ini juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat semangat nasionalisme dan mempertegas komitmen organisasi GNI dalam mencetak generasi yang berintegritas, berkarakter, dan cinta tanah air.



DPD GNI Nias Utara berharap generasi muda Indonesia dapat terus menjaga semangat perjuangan para pahlawan dengan berkarya di berbagai bidang demi kemajuan bangsa.

Sumber:
DPD Generasi Negarawan Indonesia (GNI) Nias Utara


(http://www.gninews.my.id)




DPD GNI Deli Serdang Peringati Hari Pahlawan 10 November 2025

DPD GNI Deli Serdang Peringati Hari Pahlawan 10 November 2025




Deli Serdang, 10 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Dewan Pimpinan Daerah Generasi Negarawan Indonesia (DPD GNI) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan ucapan selamat serta ajakan untuk meneladani semangat juang para pahlawan bangsa.


Ketua Harian DPD GNI Deli Serdang, Edy S. Surbakti, mengatakan bahwa semangat kepahlawanan tidak boleh pudar meskipun zaman telah berubah. “Pahlawan tak pernah mati, ia hidup dalam jiwa yang berbakti. Nilai-nilai perjuangan harus tetap kita hidupkan dalam tindakan nyata, terutama dalam membangun daerah dan mengabdi kepada masyarakat,” ujar Edy.




Ia juga menegaskan bahwa generasi muda perlu meneladani semangat rela berkorban dan pantang menyerah sebagaimana yang diwariskan para pejuang kemerdekaan. “Perjuangan saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan bagaimana kita mampu berkontribusi nyata dalam membangun negeri, menjaga persatuan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme,” tambahnya.



DPD GNI Deli Serdang berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat dan pemuda.



Hari Pahlawan setiap 10 November menjadi momentum penting untuk mengingat kembali jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Dengan tema semangat pengabdian dan persatuan, DPD GNI Deli Serdang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meneladani semangat juang para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

www.gninews.my.id

10 Nov 2025

Ketua Umum DPP GNI Ucapkan Selamat Atas Penetapan Tuan Rondahaim Saragi Sebagai Pahlawan Nasional


Ketua Umum DPP GNI Ucapkan Selamat Atas Penetapan Tuan Rondahaim Saragi Sebagai Pahlawan Nasional





Medan, 10 November 2025 —
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Negarawan Indonesia (DPP GNI), Rules Gajah, S.Kom, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam atas penetapan Tuan Rondahaim Saragi sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia.





Dalam pernyataannya, Rules Gajah, S.Kom menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragi merupakan bentuk penghargaan yang pantas diberikan atas perjuangan dan pengorbanannya dalam melawan penjajahan serta mempertahankan kedaulatan bangsa Indonesia.







 “Kami dari DPP Generasi Negarawan Indonesia menyampaikan rasa bangga dan hormat atas penetapan Tuan Rondahaim Saragi sebagai Pahlawan Nasional. Beliau adalah sosok pejuang sejati yang telah memberikan teladan keberanian, kejujuran, dan semangat nasionalisme bagi generasi penerus bangsa,” ujar Rules Gajah.





Beliau juga mengajak seluruh kader dan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk menjadikan perjuangan Tuan Rondahaim Saragi sebagai inspirasi dalam membangun negeri.


 “Momentum Hari Pahlawan ini harus kita jadikan pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Semangat juang para pahlawan harus terus kita hidupkan dalam bentuk pengabdian dan karya nyata bagi bangsa,” tambahnya.



Generasi Negarawan Indonesia (GNI) berkomitmen untuk terus mendorong nilai-nilai kepahlawanan, nasionalisme, dan karakter kebangsaan di kalangan generasi muda melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan kebangsaan di seluruh Indonesia.



Atas nama keluarga besar DPP GNI, Rules Gajah, S.Kom, menyampaikan selamat dan penghormatan setinggi-tingginya kepada keluarga besar almarhum Tuan Rondahaim Saragi.



Pahlawan sejati tidak hanya dikenang oleh sejarah, tetapi juga oleh hati bangsa yang berdaulat.
(TIM)

Yaspetia Medan Peringati Hari Pahlawan, Kukuhkan Komitmen Membangun Pendidikan Islami di Tiga Kota Besar









Medan, 10 November 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan Nasional, Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah (YASPETIA) Medan menggelar kegiatan refleksi perjuangan bangsa sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam mencetak generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan berjiwa patriotik.





YASPETIA Medan menaungi tiga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), yaitu:

1. **STAI Al-Hikmah Medan**,
2. **STAI Al-Hikmah Tebing Tinggi**, dan
3. **STAI Al-Hikmah Tanjung Balai**.

Ketiga lembaga pendidikan tinggi ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun sumber daya manusia Islami dan unggul di Sumatera Utara. Dalam momentum Hari Pahlawan, seluruh civitas akademika di tiga kampus tersebut melaksanakan kegiatan doa bersama, seminar kebangsaan, dan orasi ilmiah bertema *“Semangat Kepahlawanan dalam Membangun Generasi Emas Indonesia.”*



M. Fahmi Lubis, SH**, selaku **Pembina Yayasan YASPETIA**, menyampaikan bahwa perjuangan para pahlawan tidak boleh hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata dalam dunia pendidikan.

> “Semangat pahlawan harus hidup dalam diri setiap mahasiswa. Melalui pendidikan, kita melanjutkan perjuangan para pendahulu untuk mencerdaskan bangsa dan membangun peradaban yang berkeadilan,” ujar Fahmi Lubis dalam sambutannya.

Ketiga STAI di bawah naungan YASPETIA saat ini terus berbenah melalui peningkatan kualitas akademik, pengembangan fasilitas, serta penguatan karakter mahasiswa. Dengan visi “Mencetak Sarjana Islam yang Berilmu, Beramal, dan Bertaqwa,”* ketiga kampus ini telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai sektor, baik di pemerintahan, pendidikan, maupun dakwah sosial.



Selain memperingati Hari Pahlawan, acara juga menjadi ajang silaturahmi antara dosen, mahasiswa, dan pengurus yayasan. Para peserta diajak meneladani nilai-nilai kepahlawanan seperti semangat berkorban, kerja keras, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.



“Tantangan masa depan bangsa tidak kalah berat dibanding masa perjuangan dulu. Tugas kita adalah menjadi pahlawan dalam bidang ilmu dan moral,” tegas salah satu pimpinan STAI Al-Hikmah Tebing Tinggi.

Melalui kegiatan ini, YASPETIA menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten membina generasi muda agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam spiritualitas dan kepedulian sosial.
(TIM)